Ketiganya berada di Banyuwangi selama dua hari, yaitu sejak hari Kamis (1/3) hingga Jumat (2/3). Menko Luhut pun menilai kesiapan Banyuwangi dalam menyambut delegasi telah mencapai 85 persen. Mulai dari infrastruktur, destinasi, hingga atraksinya.
"Saya pikir setelah berkunjung Banyuwangi ini, kami senang. Banyuwangi sudah baik, oke, dan siap menerima delegasi internasional. Bahkan, setelah berkunjung ke sini, saya jadi semakin yakin bahwa Indonesia sebagai tuan rumah ini bisa dijual dengan hebat ke delegasi dari 189 negara," jelas Luhut saat bertemu dengan para pelaku wisata Banyuwangi di Villa Soolong Banyuwangi, Jumat (2/3/2018).
Menkeu Sri Mulyani menambahkan Banyuwangi sangat layak untuk dijadikan salah satu jujugan bagi para delegasi.
"Banyuwangi adalah daerah yang destinasinya sangat unik. Ada pantai, gunung, ada cerita yang hidup dari masyarakatnya, cerita kopi hingga tradisi Suku Using. Di sini memang bukan mass tourism, tapi sangat spesial. Terima kasih Banyuwangi yang telah memadukannya dengan baik," kata Sri Mulyani.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo. "Awalnya kita sempat ragu memasukkan Banyuwangi sebagai daerah penyangga Bali dalam pertemuan. Ternyata setelah kami ke sini, ternyata semua sudah sangat siap," jelas Agus.
Selain melihat kesiapan, Luhut dan rombongan juga menginventarisasi sejumlah infrastruktur yang perlu dilengkapi untuk menyambut delegasi. "Pak Bupati telah memaparkan apa-apa yang perlu segera ditangani, ini akan segera kami tuntaskan. Minggu depan akan kami langsung koordinasi teknis," pungkas Luhut.
Selama di Banyuwangi, Luhut dan rombongan meninjau lokasi yang akan menjadi jujugan delegasi, mulai dari Bandara Blimbingsari Banyuwangi yang berkonsep hijau, sanggar seni Genjah Arum, Pantai Solong, hingga Gunung Ijen. Bahkan, Luhut dan Sri Mulyani membikin video testimoni di atas puncak gunung berlatar kawah yang sangat digemari wisatawan dalam dan luar negeri.
Seperti diketahui, Annual Meeting IMF-Bank Dunia bakal digelar di Bali, Oktober mendatang. Ajang yang diikuti 18.000 delegasi dari seluruh dunia itu nantinya juga disangga oleh Banyuwangi. Sebagian delegasi penting bakal mendarat di Bandara Blimbingsari, Banyuwangi.
(lll/fat)











































