DetikNews
Kamis 01 Maret 2018, 21:15 WIB

Tinjau Bandara Banyuwangi, Luhut dan Sri Mulyani Sempatkan Selfie

Ardian Fanani - detikNews
Tinjau Bandara Banyuwangi, Luhut dan Sri Mulyani Sempatkan Selfie Para pejabat ini berselfie di Bandara Banyuwangi (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi - Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menkeu Sri Mulyani Indrawati, dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengunjungi Banyuwangi. Kedatangan mereka untuk meninjau kesiapan daerah tersebut dalam menyambut Annual Meeting IMF dan Bank Dunia di Bali, Oktober mendatang.

Banyuwangi telah ditunjuk pemerintah pusat menjadi daerah penyangga Bali dalam ajang yang diikuti 18.000 delegasi dari ratusan negara itu. Sebagian delegasi penting dari berbagai negara dijadwalkan mendarat di Bandara Banyuwangi.

Mendarat di Banyuwangi, Kamis sore (1/3/2018), para menteri dan gubernur BI disambut Bupati Abdullah Azwar Anas. Luhut dan rombongan kemudian berkeliling menyusuri terminal Bandara Banyuwangi yang baru saja beroperasi setelah sekitar dua tahun dibangun. Itu merupakan terminal bandara berkonsep hijau pertama di Indonesia.

Luhut dan rombongan tampak mencermati detil bangunan. Sesekali melihat atap yang menghijau. Matanya juga tak luput dari lapis-lapis kayu bekas yang didesain sebagai penyekat ruang. Gemericik kolam ikan membuat Luhut tampak nyaman menyusuri terminal bandara.

Disela mengamati bandara, Menkeu Sri Mulyani mengajak rombongan berselfie di depan hamparan sawah yang juga menjadi daya tarik pemandangan bandara.

Kunjungan pejabat ini untuk meninjau persiapan Banyuwangi menyambut Annual Meeting IMF dan Bank Dunia di BaliKunjungan pejabat ini untuk meninjau persiapan Banyuwangi menyambut Annual Meeting IMF dan Bank Dunia di Bali (Foto: Ardian Fanani)
"Hebat bandaranya, sangat layak untuk menyambut delegasi internasional," kata Sri Mulyani.

Bupati Anas menerangkan, terminal bandara itu dibangun menggunakan APBD Rp 45 miliar. Sebagian besar bahan yang digunakan adalah kayu bekas.

Terminal bandara mengedepankan konsep rumah tropis dengan penghawaan alami, sehingga nyaris tanpa AC. Desain interior minim sekat untuk menjamin sirkulasi udara dan sinar matahari. Hampir setiap sudut terminal dikelilingi kolam ikan untuk mengoreksi tekanan udara, sehingga suhu ruang tetap sejuk. Terminal bandara ini juga mengadopsi kebudayaan lokal dengan mengusung kekhasan masyarakat Suku Using dalam arsitekturnya.

"Sehingga ini bukan hanya bandara, tapi landmark baru yang menarik wisatawan," kata Anas.

Mendengar penjelasan tersebut, Luhut, Sri Mulyani, dan Agus Martowardojo pun menunjukkan keterkejutannya. Keduanya cukup kaget karena tidak menyangka dana yang dikeluarkan cukup murah untuk membangun bandara dengan hasil yang sangat baik.

"Wah, hebat juga kamu ya, Nas. Bandaranya sangat representatif untuk acara itu (Annual Meeting IMF-Bank Dunia). Coba lihat rumputnya saja bagus ini, padahal ada di bandara lain pakai duit APBN, rumputnya saja kering," kata Menteri Luhut kepada Anas disambut tawa semua rombongan.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed