Gus Ipul ke Sentra Tempe Sanan: Terjang Asap, Ikut iris Bahan Keripik

Pilgub Jatim 2018

Gus Ipul ke Sentra Tempe Sanan: Terjang Asap, Ikut iris Bahan Keripik

M Aminudin - detikNews
Kamis, 01 Mar 2018 12:34 WIB
Gus Ipul ke Sentra Tempe Sanan: Terjang Asap, Ikut iris Bahan Keripik
Foto: M Aminudin/detikcom
Malang - Cagub Jatim Saifullah Yusuf meninjau sejumlah Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Sentra Kerajinan Tempe, Sanan, Kota Malang. Di Sanan saat ini terdapat 469 perajin keripik tempe yang tersebar di tiga RW.

Gus Ipul yang datang sekitar pukul 09.00 WIB langsung melihat satu per satu UKM di kawasan ini. Dia ikut melihat proses pembuatan keripik tempe, menerjang asap dan uang di tempat pembuatan keripik.

Dia melihat pengolahan kedelai menjadi tempe dan pengolahan tempe menjadi keripik tempe. Bahkan, Wakil Gubernur Jatim dua periode ini sempat ikut memotong tempe menjadi keripik tempe menggunakan pisau.

Gus Ipul ke Sentra Tempe Sanan: Terjang Asap, Ikut iris Bahan KeripikFoto: M Aminudin/detikcom

Usai meninjau, Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini menggelar dialog dengan warga dan pengrajin. Keponakan KH Abdurahman Wahid (Gus Dur), ini banyak mencatat beberapa persoalan.

Satu di antaranya adalah bahan baku. "Kami harapkan pemerintah ke depan bisa membantu ketersediaan bahan baku dengan harga terjangkau. Mulai dari kedelai, tepung beras, tepung tapioka, hingga minyak," ujar Ivan Kuncoro, Ketua RW 15, dalam dialog itu.

"Untuk tabung gas LPG melon (3 kg) jangan sampai dihilangkan di kabupaten Malang. Kami merasa perlu adanya intervensi pemerintah untuk menjaga keberadaan LPG," ujarnya.

Perajin juga mendorong pemerintah ikut memperhatikan pengembangan limbah industri rumahan. "Kami mohon untuk pengolahan limbah ini dikembangkan. Misalnya dengan melalui biogas, seperti halnya di tempat ini. Bisa dari bantuan teknologi, bimbingan, hingga pendanaan," usulnya.

Menanggapi hal ini, Gus Ipul menegaskan komitmennya untuk memberikan perhatian kepada sektor ekonomi kecil. Di antarnya, dengan membantu ketersediaan bahan baku. Untuk menyediakan kedelai sesuai dengan kualitas yang diharapkan perajin, Gus Ipul akan menyiapkan beberapa cara.

"Kami sudah lama mendengar dan berdiskusi dengan dinas pertanian soal kedelai ini. Memang, selama ini perajin mengeluhkan kedelai lokal kurang besar, dan tidak lengket. Sehingga, perajin terpaksa menggunakan kedelai impor," ujar Gus Ipul.

Padahal, untuk kebutuhan produksi, tiap hari sentra ini bisa menghabiskan 30 ton. "Sementara untuk satu kilogram kedelai impor seharga Rp 7.100. Jadi, setiap hari bisa Rp 2 miliar hanya untuk bahannya saja," urainya.

Oleh karenanya, Gus Ipul akan membantu perajin untuk mendapat kedelai impor dengan harga terbaik. Misalnya, mengupayakan perajin bisa mengimpor sendiri tanpa melalui pihak ketiga.

"Kami akan berdiskusi dengan pihak terkait untuk usulan perajin bisa impor sendiri. Nantinya, perajin bisa impor sendiri melalui koperasi," jelasnya.

Selain itu, untuk mengurangi impor, pihaknya juga akan membudidayakan petani lokal untuk menanam kedelai kualitas impor. "Sebenarnya kami sudah pernah mencoba. Namun, hasilnya memang belum terlihat. Kami akan kembangkan kembali," jelasnya.

Gus Ipul ke Sentra Tempe Sanan: Terjang Asap, Ikut iris Bahan KeripikFoto: M Aminudin/detikcom

Sementara untuk subsidi LPG, IKM akan didorong mendapat lebih banyak bantuan, dari yang awalnya 9 tabung tiap bulan menjadi 20 tiap bulan. "Kami akan menyesuaikan dengan kebutuhan industri. Kami akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat," jelasnya.

Sedangkan untuk bantuan permodalan, pihaknya berkomitmen untuk mengurangi bunga modal."Ke depan, kami harap bunga pinjaman dari bank ini terus menurun. Bahkan, saya bercita-cita mendorong bunga di bawah lima persen," tutup pasangan Puti Guntur Soekarno ini. (trw/trw)
Berita Terkait