Hal ini disampaikan calon Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf saat bertemu dengan perajin tempe, Sanan, Blimbing, Kota Malang, Kamis (1/3/2018).
"Ini masa depan kita (kripik tempe), UMKM secara umum memberikan kontribusi PDRB sampai 54 persen, cukup besar. Maka itu, harus dipelihara, dijaga, dan tentunya harus dibela," kata cagub akrab disapa Gus Ipul ini.
Dikatakan, industri kerajinan tempe, khususnya skala kecil banyak menemukan persoalan. Sementara perajin tetap harus menjalankan produksinya.
"Terutama yang kecil, masih banyak masalah. Seperti bahan baku, soal gas (bahan bakar), dan pasarnya, soal pembiayaan, serta terkait peningkatan kualitas SDM. Itu semua memerlukan dukungan dan kita ingin mereka menjadi pemenang, di persaingan global yang akan datang," beber Gus Ipul.
Menurut dia, ke depan hasil kerajinan tempe harus benar-benar bisa menguasai pasar dalam negeri dan tentunya mampu menjangkau pasar luar negeri.
"Ini yang akan kita perjuangkan, salah satu di antaranya soal bahan baku yang impor. Kenaikan harga yang tak terduga, sementara bahan baku lokal kurang diminati, karena tidak cocok. Keperluan yang mendesak adalah meminta kepada pemerintah, agar memperoleh bahan baku yang lebih murah. Sekedar keinginan bisa impor sendiri lewat koperasi," urai cagub nomor urut 2 ini.
Foto: M Aminudin/detikcom |
Selama berada di Sentra Kerajinan Tempe, Sanan, Gus Ipul melihat langsung proses awal hingga akhir pembuatan keripik. Tak lupa dia berbincang dengan perajin untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi.
Dia mencatat, dalam satu hari kebutuhan bahan baku mencapai 30 ton. Dengan fakta itu, tentunya harga bahan baku murah sangat diharapkan.
"Disampaikan tadi perputaran uang sampai Rp 1,5 hingga Rp 2 miliar dengan kebutuhan bahan baku sebanyak 30 ton per hari. Jelas pelaku IKM membutuhkan bahan baku murah. Upaya yang kita siapkan adalah memberikan kemudahan pembiayaan dengan bunga rendah," terangnya.
Jika dipercaya dan mendapatkan mandat dari warga Jawa Timur. Gus Ipul memastikan adanya perhatian serius kepada Industri Kecil Menengah (IKM).
Peningkatan kualitas SDM menjawab tantangan ke depan menjadi prioritas, selain menjaga kualitas dari produksi. "Jika kami diberi mandat, akan menjalankan itu semua. IKM perlu diperhatikan dengan memberikan solusi atas persoalan yang dihadapi," sebut Gus Ipul mengakhiri wawancara. (trw/trw)











































Foto: M Aminudin/detikcom