DetikNews
Rabu 28 Februari 2018, 15:00 WIB

Terdakwa Ujaran Kebencian di Banyuwangi Divonis 4 Bulan Bui

Ardian Fanani - detikNews
Terdakwa Ujaran Kebencian di Banyuwangi Divonis 4 Bulan Bui Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Sidang putusan kasus dugaan pencemaran nama baik pengurus PCNU Banyuwangi dengan tersangka Muhammad Yunus Wahyudi digelar hari ini, Rabu (28/2/2018).

Majelis hakim pun berkeyakinan bahwa terdakwa telah melanggar pasal 45a ayat 1 dan 2 serta pasal 28 ayat 2 UU ITE tahun 2008. Setelah dipotong masa tahanan, majelis hakim menjatuhkan vonis 4 bulan penjara kepada terdakwa.

"Dengan mempertimbangkan saksi memberatkan dan saksi yang meringankan, memutuskan, menjatuhi hukuman 4 bulan penjara dipotong masa tahanan," kata Hakim Ketua, Saptono, SH, MH, di ruang sidang Garuda Pengadilan Negeri Banyuwangi, Rabu (28/2/2018).

Sebelumnya, jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Banyuwangi, Muhammad Arifin, SH dan Ahmad, SH menuntut terdakwa selama 8 bulan kurungan penjara dengan dakwaan telah menyebarkan ujaran kebencian melalui media sosial terhadap pengurus PCNU Banyuwangi, yaitu KH Masykur Ali dan H Nanang Nur Ahmadi.

Menyikapi putusan pengadilan, penanggung jawab tim penasihat hukum terdakwa, Slamet Suharto, SH mengatakan bahwa pihaknya akan menemui terdakwa dan berkoordinasi dengan anggota tim penasihat hukum yang mengatasnamakan suara kebenaran untuk menempuh upaya hukum selanjutnya. "Kita masih pikir-pikir," ujar Slamet menanggapi vonis hakim.
Terdakwa Ujaran Kebencian di Banyuwangi Divonis Hanya 4 Bulan BuiFoto: Ardian Fanani

Sejauh ini, lanjut Slamet, kliennya telah menjalani masa hukuman selama 3 bulan 1 minggu. Ia juga mengaku pihaknya masih akan berunding dengan terdakwa untuk mengajukan banding atau memilih menerima putusan pengadilan tersebut.

"Apakah kita akan menerima atau mengajukan banding atas putusan itu kita akan merundingkan dulu," paparnya.

Sementara itu, usai mendengarkan putusan pengadilan di luar ruang sidang, terdakwa Muhammad Yunus Wahyudi mengaku ingin banding sebab ia merasa tidak bersalah atas kasus yang dituduhkan kepadanya.

"Saya akan mengajukan banding, saya tidak bersalah!" kata Yunus berteriak saat dibawa menuju ke mobil tahanan dan dikawal ketat aparat kepolisian.

Seperti diberitakan sebelumnya, Yunus, sapaan terdakwa, merupakan warga Dusun Kaliboyo Desa Kradenan Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, diduga menyebut sejumlah pengurus PCNU Banyuwangi sebagai 'Kyai Perampok' karena yang telah menerima sejumlah aliran dana dari PT BSI selaku pengelola tambang emas Gunung Tumpang Pitu Pesanggaran Banyuwangi.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed