DetikNews
Selasa 27 Februari 2018, 16:38 WIB

Buatkan Bekal Sekolah, Cara Artika Sari Devi Lengkapi Nutrisi Anak

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Buatkan Bekal Sekolah, Cara Artika Sari Devi Lengkapi Nutrisi Anak Artika Sari Devi dan kedua putrinya. (Foto: Instagram)
Surabaya - Finalis Puteri Indonesia tahun 2004, Artika Sari Devi, membagikan sedikit tips untuk membantu melengkapi nutrisi pada buah hatinya. Salah satunya adalah dengan intens menyiapkan bekal makan anak untuk sekolah.

"Bekal sekolah itu investasi buat anak-anak ketika mereka sekolah dan sedang tidak dalam pengawasan kita," ujar Artika Sari Devi di Noach Cafe, Surabaya baru-baru ini.

Istri dari musisi Baim ini menambahkan, bekal sekolah anak baiknya disajikan dengan tekstur yang lebih padat karena bisa membuat anak akan kenyang lebih lama. Namun saat memilih menu bekal, Artika selalu melibatkan anak-anaknya.

"Kalau untuk menunya sesuai selera, dan anak saya yang pertama selalu request mau makan apa," ujar ibu dari dua anak ini.

Baginya, melibatkan anak dalam memilih makanan itu penting. Karena anak akan mengenal asupan makanan dan seberapa besar nutrisinya untuk mencukupi kebutuhan gizi harian.

Artika juga sering mengajak anaknya untuk memasak bersama, seperti memotong sayur dan mencincang daging. Ini juga penting untuk memacu kedekatan antara ibu dan anak.

Wanita berusia 38 tahun itu pun tidak pernah menganggap kesibukannya sebagai halangan untuk menyiapkan dan mengontrol asupan gizi sang anak. Sebab peran orang tua dalam mengawasi dan mengatur makanan anak sangatlah penting.

"Bisa saja makanan dari luar hanya memenuhi unsur enak saja, namun tidak kaya akan nutrisi. Justru ketika anak saya tidak bersemangat dan terlihat lemas, saya tak akan langsung menyalahkan jika dia malas. Tapi saya introspeksi diri, apakah asupan gizi harian yang saya beri ini sudah memenuhi atau tidak," tegas Artika.

Lantas bagaimana menghadapi anak yang susah makan? Artika pun meminta agar ibu-ibu untuk tidak cepat menyerah. Pertama-tama, para ibu sebaiknya ikut memakan dan memberi contoh apa yang akan dimakan oleh anak.

"Sama halnya ketika anak-anak menganggap masakan itu enak dan tidak enak itu berdasarkan dari kebiasaan. Jadi, apa yang mereka makan, saya juga makan," ungkap Artika.

Seperti kita tahu, anak cenderung meniru apapun yang dilakukan orang tuanya. Pemahaman ini juga berlaku jika ingin mendorong anak agar tidak pilih-pilih makanan atau mau mengonsumsi makanan apapun yang disajikan.
(lll/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed