Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah III Surabaya Dadun Kohar mengaku tak menerima laporan detail kejadian itu. Namun ia mendengar informasinya.
"Intinya ada miskomunikasi di lapangan. Petugas tidak yakin soal status barang bawaan penumpang, makanya timbul masalah (cekcok)," kata Dadun kepada detikcom, Selasa (27/2/2018).
Video pertengkaran antara calon penumpang dan petugas diunggah di facebook. Peristiwa terjadi Senin, 26 Februari sekitar pukul 04.30 WIB. Si penumpang yang hendak ke Hong Kong mengaku membawa 5 bungkus bakso dan 4 ekor ayam panggang.
"Biasanya aku bawa oleh2 berbagai macam, jumlahnya sampe 6 box ngga ada apa2. Sekarang giliran bawa cuma 2 box mrk bilang harus karantina lah," tulisnya dalam postingan.
Hingga saat ini, sekitar pukul 16.25 WIB, Selasa (27/2/2018), video dan postingan di-share 22 ribu kali. Postingan banjir komentar.
Dadun mengaku tak tertarik mengomentari kejadian itu. Apalagi dia tak menerima laporan secara detail.
"Saya hanya dengar infonya. Katanya begini-begitu di medsos. Makanya saya minta Balai Karantina sosialisasi ke petugas soal barang bawaan apa yang boleh dan tidak," jelas Dadun.
"Misalnya baby lobster. Itu boleh. Yang tidak boleh, yang ukuran berapa? Ini perlu sosialisasi. Jadi biar petugas paham dan tak sampai muncul seperti ini (cekcok) lagi," tutupnya.
(trw/iwd)











































