Pada ibunya, MK (31) bocah kelas 1 SD itu mengaku mau diajak pelaku karena diiming-imingi akan dibelikan permen.
"Anak saya sering melihat pelaku, tapi tidak kenal dekat. Dia tadi cerita mau dibonceng motornya, soalnya diajak beli permen dan jajan," kata MK saat dihubungi, Senin (26/2/2018).
Selama dalam perjalanan, korban memang dibelikan jajan oleh pelaku. Bahkan diajak keliling ke beberapa tempat yang belum pernah didatangi korban.
"Katanya diajak muter-muter, dibelikan jajan, dibelikan makanan. Cuma bilang capek saja tidak nangis atau ketakutan," ungkap MK saat dihubungi, Senin (26/2/2018).
Namun saat hari menjelang senja, lanjut dia, anaknya sempat menangis minta pulang. Tapi pelaku bilang lupa jalan arah pulang.
"Pas anak saya nangis minta pulang, dislimurke mbak (Dialihkan perhatiannya). Katanya dia lupa jalannya pulang. Malah anak saya lalu dibelikan permen, jajan diajak makan juga," katanya.
Korban juga bercerita, teman perempuannya diturunkan di wilayah Tugurante karena terus menangis sepanjang jalan. MK mengaku pagi tadi sudah membantu anaknya mandi. Dia tidak menemukan bekas kekerasan pada tubuh anak pertamanya itu.
Namun dalam komunikasi awal dengan petugas Polsek Selopuro, pelaku mengaku sempat berbuat cabul pada korban.
"Dalam komunikasi kami, pelaku mengaku dua kali mencabuli korban. Tapi untuk lebih detailnya, biar Polres Blitar Kota yang menyampaikan semuanya," pungkas Kapolsek Selopuro, AKP Muhaimin. (fat/fat)










































