Kapolsek Selopuro AKP Muhaimin menerangkan, dalam penangkapan ini pelaku tidak melakukan perlawanan. Namun saat disuruh berhenti, sempat terjadi aksi kejar-kejaran bak film laga.
"Dari laporan yang kami terima, anggota lalu melalukan pengawasan. Dan benar, yang dicurigai melintas di wilayah Polsek Selopuro. Petugas langsung mengejar, tapi saat disuruh berhenti, dia malah memacu kendaraannya," jelas Kapolsek Selopuro dikonfirmasi, Senin (26/2/2018).
Baca Juga: Berkat Medsos, Aksi Penculikan Anak di Blitar Terungkap
Petugas, lanjut dia, tidak mungkin menjegal motor pelaku, karena melihat korban dalam boncengan pelaku dalam kondisi ketakutan. Pelaku justru memacu laju kendaraanya, begitu tahu dikejar polisi mengendarai kendaraan roda dua. Akhirnya dua petugas berhasil memepet motor pelaku dan langsung mencabut kontaknya.
Penculikan anak di Blitar/ Foto: Erliana Riady |
"Pas di wilayah Jatitengah, petugas memepet lalu langsung mencabut kontaknya. Motor pelaku baru berhenti sekitar 5 menit kemudian. Petugas lalu mengamankan pelaku dan membawa beserta korban ke Mapolsek Selopuro," beber Muhaimin.
Polisi sempat berkomunikasi dengan pelaku dan korban. Menurut Muhaimin, korban kondisinya tidak menangis hanya terlihat lelah. Sedangkan pelaku, mengaku melakukan kesalahan dengan mengajak korban pergi dari rumahnya sejak pagi.
"Diajak komunikasi normal kok, tidak ada indikasi gangguan jiwa seperti yang beredar di medsos. Hanya memang perlu pihak berkompeten untuk memeriksanya. Dia mengaku memang bersalah, selanjutnya kasus kami serahkan ke Polres Blitar Kota untuk penanganan lebih lanjut.
Sekitar pukul 24.00 wib, Minggu (25/2) anggota Polres Blitar Kota lalu menjemput pelaku dan korban. Korban langsung diantar ke rumah orang tuanya di Selokajang, sementara pelaku masih dalam pemeriksaan petugas di Polres Blitar Kota. (fat/fat)











































Penculikan anak di Blitar/ Foto: Erliana Riady