DetikNews
Sabtu 24 Februari 2018, 07:37 WIB

Geger Sanca yang Hilang di Tengah Negosiasi Uang Lelah Penangkapan

Triono Wahyu Sudibyo - detikNews
Geger Sanca yang Hilang di Tengah Negosiasi Uang Lelah Penangkapan Foto: M Rofiq/detikcom
Surabaya - Warga gang PKO, Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, geger ular sanca berukuran 5 meter dan berbobot 20 kilogram hilang dari kandang kawat. Bagaimana bisa ular menjebol kawat dan kabur?

Warga membantah melepaskan ular yang ditangkapnya di sungai Banger dekat permukiman pada Senin (19/2) itu. Menurut mereka, tak ada alasan melepaskan hewan yang meresahkan tersebut. Selain memangsa ternak, ular juga berbahaya bagi anak kecil.

Warga malah menuding Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) berperan penting atas hilangnya ular. Lho kok begitu? Menurut mereka, andai mulut ular tetap ditutup lakban, maka ular tak mungkin kabur. Kalau pun kabur, pasti tidak berbahaya.

Lakban di mulut ular dilepas oleh petugas BKSDA pada Kamis (22/2). Saat itu, ular hendak disita, tapi warga enggan menyerahkan jika tak ada uang lelah penangkapan. BKSDA tak menyanggupi keinginan warga. Negosiasi selama 2 jam lebih sempat panas dan berakhir buntu.

[Gambas:Video 20detik]

Pada malam harinya, pembicaraan soal perlu tidaknya warga menyerahkan ular-dengan atau tanpa uang lelah penangkapan, ke BKSDA kembali dilakukan. Warga menyebut hingga pukul 23.30 WIB, perwakilan BKSDA tidak datang. Jadi, mereka tetap 'menguasai' ular tersebut.

Nah, esok paginya sekitar pukul 07.00 WIB, Jumat (23/2), Kuspriyono, warga yang ketempatan kandang ular, mengaku kaget. Kandang ular berukuran 50 cm x 70 meter telah kosong. Bagian bawah kandang kawat jebol.

"Ular itu lepas, njebol kandang. Apa alasannya kalau kami yang lepas, ular itu kan juga berbahaya bagi kami," ujar Kuspriyono.

Kandang bagian bawah jebolKandang bagian bawah jebol (Foto: M Rofiq/detikcom)

Informasi hilangnya ular menyebar. Perangkat kelurahan, personel Koramil, dan BKSDA turun langsung ke lokasi. Berbagai sudut permukiman, termasuk sungai tempat penangkapan, dicek. Tidak ada ular!

"Kalau begini gimana?" celetuk warga ke petugas BKSDA yang mencari ular, Jumat (23/2).

"Warga membalut mulut ular bukan untuk menyiksa tapi demi keamanan," ujar warga dengan nada tinggi.

Proses pencarianProses pencarian (Foto: M Rofiq/detikcom)

Kepala BKSDA Wilayah 6 Probolinggo Sudartono, mengatakan pihaknya membuka lakban di mulut ular karena khawatir sanca tak bisa bernapas dan tentu saja bisa berakibat kematian.

"Kami antisipasi saja, sebab selama tiga hari mulut ular sanca itu diikat lakban. Maka kami melepas untuk penyelamatan jiwa ular tersebut," katanya.

Kini, tak ada yang bicara uang lelah penangkapan dan penyitaan. Semua fokus mencari tempat ular 'jumbo' itu bersembunyi.
(trw/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed