DetikNews
Jumat 23 Februari 2018, 13:44 WIB

Panglima TNI Pimpin Alih Kodal PPRC ke Divif 2 Kostrad

Muhammad Aminudin - detikNews
Panglima TNI Pimpin Alih Kodal PPRC ke Divif 2 Kostrad Foto: Muhammad Aminudin
Malang - Alih Komando dan Pengendalian (Kodal) Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI 2018-2020 digelar di Pangkalan TNI AU Abdulrachman Saleh.

Alih Kodal dari Divisi Infanteri I Kostrad, Jawa Barat, kepada Divisi Infanteri 2 Kostrad, Singosari, Kabupaten Malang. Pengalihan rutin digelar dua tahun sekali ini, dihadiri Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Kepada wartawan, Panglima TNI menegaskan, PPRC dibentuk sebagai satuan pengendali dan antisipasi ancaman faktual atau nyata.

Panglima TNI Pimpin Alih Kodal PPRC ke Divif 2 KostradFoto: Muhammad Aminudin
"Dalam operasinya, PPRC di bawah kendali langsung Panglima TNI, yang dibentuk untuk tindakan cepat dari ancaman faktual, baik operasi militer baik perang ataupun bukan," terang Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto usai memimpin Alih Kodal PPRC di Taxy Way Pangkalan TNI AU Abdulrachman Saleh, Pakis, Kabupaten Malang, Jumat (23/2/2018).

Kesiapan dan antisipasi, lanjut dia, adalah tujuan utama hadirnya PPRC. Mengacu kepada buku petunjuk, setiap dua tahun digelar pergantian Alih Kodal.

"Esensinya menyiapkan operasi secara cepat, berikut juga antisipasinya. Menghadang dan melumpuhkan gerakan separatis dengan munculnya ancaman nyata," beber Panglima.

Dalam kesempatan itu, Panglima TNI juga membeberkan, rencana pendirian satuan tempur baru, yakni Divisi Infanteri 3 Kostrad, dan Pasmar-3.

Wilayah yang dipilih adalah Indonesia bagian timur. "Sudah menjadi bagian rencana kerja, akan dibentui Divisi 3 Kostrad dan juga Pasmar-3 di wilayah timur Indonesia. Rencana Mako, ditempatkan di Makassar, untuk satuan tempurnya ada di Sorong, Papua," bebernya.

Panglima TNI Pimpin Alih Kodal PPRC ke Divif 2 KostradFoto: Muhammad Aminudin
"Kita bisa melihat Indonesia memiliki wilayah yang cukup luas. Wilayah timur butuh satuan tempur, karena Divisi 1 sudah ada di Jawa Barat, 2 meliputi Jawa Timur dan wilayah tengah," sambung Panglima.

Marsekal Hadi juga menegaskan, netralitas TNI dalam menghadapi tahun politik. Dia memastikan bersama Polri menjaga keamanan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Tahun politik, kami sampaikan netralitas TNI, komitmen yang akan terus dijaga. Dan membantu Polri dalam kesiapan pengamanan pemilu serta menjaga keutuhan NKRI," tandasnya.
(bdh/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed