DetikNews
Kamis 22 Februari 2018, 17:06 WIB

Cantik! Siapa Sangka Taman Hijau Ini Dulunya Lahan Tambang Batu Kapur

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Cantik! Siapa Sangka Taman Hijau Ini Dulunya Lahan Tambang Batu Kapur Foto: Imam Wahyudiyanta
Tuban - Dalam proses produksinya, PT Semen Indonesia telah melakukan penambangan bahan baku seperti tanah liat, batu kapur, pasir silika, dan bahan tambang lainnya. Lahan bekas tambang tersebut bukannya tak berguna lagi. BUMN ini menghijaukan atau memberi manfaat kembali lahan bekas tambang melalui reklamasi.

Salah satu reklamasi yang dilakukan adalah mereklamasi lahan bekas tambangnya menjadi sebuah taman. Taman yang berlokasi di lahan bekas tambang PT Semen Gresik Pabrik Tuban ini diberi nama 'Bukit Daun'.

Bukit daun merupakan arboretum (tempat tanaman/tumbuhan tumbuh) yang ada di Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Lokasinya berada 18 km dari Kota Tuban atau membutuhkan waktu sekitar setengah jam perjalanan darat.


Taman Daun di Tuban/Taman Daun di Tuban/ Foto: Imam Wahyudiyanta


Arboretum ini disebut Bukit Daun karena taman seluas 1.000 meter persegi ini menyerupai bentuk daun yang berada di ketinggian. Bukit Daun memang berada cukup tinggi. Di belakangnya merupakan lahan tambang yang masih aktif.

"Ini kecil tapi mempunyai impact lebih dari 1.000 meter. Ini harus jadi bekal yang kita sebarkan ke tempat lain. Ini menunjukkan bahwa Semen Indonesia memelihara alam," ujar Deputi Bidang Logistik, Kawasan, dan Pariwisata Kementerian BUMN Edwin Hidayat Abdullah dalam sambutannya saat meresmikan Bukit Daun di PT Semen Gresik Pabrik Tuban, Kamis (22/2/2018).


Taman Daun di Tuban/Taman Daun di Tuban/ Foto: Imam Wahyudiyanta


Edwin meminta kepada Direktur PT Semen Indonesia Hendi Priyo Santoso agar membuat Bukit Daun-Bukit Daun yang lain agar lahan bekas tambang tak gersang. "Kalau bisa lebih banyak lagi seperti ini," kata Edwin.

Hendi sendiri mengatakan bahwa setiap tahunnya PT Semen Gresik telah melakukan reklamasi 20 hektare per tahun. Untuk keseluruhan hingga 2017, telah dilakukan reklamasi 187 hektare.

"Selama ada aktivitas tambang, kami akan terus melakukan reklamasi," kata Hendi.


Taman Daun di Tuban/Taman Daun di Tuban/ Foto: Pool


Hendi mengatakan Bukit Daun mulai dibangun akhir Desember 2016 dan selesai pada Januari 2018. Bukit Daun memiliki 10 tanaman langka yang sudah jarang dijumpai, seperti kawista, damar, gaharu, ulin, duwet, kurma, dan tanaman jenis obat yang khusus ditanam di lahan tersebut.

"Taman bukit daun akan menjadi wahana wisata baru bagi masyarakat. Beberapa fasilitas telah kami siapkan, diantaranya tempat parkir dan toilet. Selain itu, bagi yang suka mengunggah swafoto juga disediakan spot foto yang menarik," kat Hendi.

Taman Bukit Daun dibuka setiap hari pada jam tertentu. Hari Senin-Jumat dibuka pukul 15.00-17.00 WIB. Sedangkan pada Sabtu dan Minggu dibuka mulai pukul 08.00-17.00 WIB.

Taman Daun di Tuban/Taman Daun di Tuban/ Foto: Pool


Selain taman sebagai sarana wisata, reklamasi yang dilakukan terhadap lahan pascatambang batu kapur adalah hutan hijau. Sedangkan lahan pascatambang tanah liat dijadikan embung penampung air yang bisa difungsikan untuk budidaya ikan dan pengairan lahan pertanian bagi masyarakat sekitar.

Hingga tahun 2017, Semen Indonesia telah melakukan reklamasi lahan pascatambang batu kapur seluas 187,66 hektare dengan jumlah pohon sebanyak 187.935 batang. Sedangkan di lahan pascatambang tanah liat seluas 67,04 Ha dengan jumlah pohon mencapai 109.932 batang. Diantaranya adalah Jati, Johar, Mahoni, Sengon, Flamboyan, Trembesi dan Kesambi.
(iwd/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed