Pemkab Trenggalek Tanam Kedelai di Hutan Kejar Taget Swasembada

Adhar Muttaqin - detikNews
Selasa, 20 Feb 2018 16:28 WIB
Foto: Adhar Muttaqin
Trenggalek - Pemkab Trenggalek, Perhutani dan TNI menjalin kerjasama untuk menggenjot produksi kedelai lokal dengan melakukan penanaman di kawasan hutan.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Trenggalek Joko Surono mengatakan, salah satu lokasi tersebut berada di kawasan hutan di wilayah Desa Dermosari, Kecamatan Tugu.

"Perluasan Area Tanam (PAT) pada awal tahun ini seluas 1.200 haktare, ini adalah sisa dari program 2017, dari 3.000 yang sudah kami tanam. Sehingga diharapkan akan memenuhi target kemarin," kata Joko Surono di lokasi, Selasa (20/2/2018).

Menurutnya perluasan area tanam kedalai di kawasan hutan tersebut dinilai cukup membantu untuk meningkatkan produksi kedelai lokal. Mengingat kawasan lahan pertanian di Trenggalek cukup tebatas.

Untuk menjalankan program dari pemerintah pusat tersebut masing-masing warga yang melakukan pengolahan lahan mendapat bantuan berupa bibit kedelai unggulan serta bantuan pupuk dari pemerintah pusat.

Joko mengaku, pada tahun 2018 ini pihaknya juga mendapatkan jatah Perluasan Area Tanam Baru (PATB) kedelai seluas 10.000 hektare. Namun pihaknya mengaku tidak bisa memenuhi target tersebut, karena lahan yang tersedia untuk kedelai tahun ini hanya 2.000 hektare.

Pihaknya masih melakukan konsultasi dengan instansi terkait, untuk merevisi terget itu. Sebab, jumlahnya dinilai terlalu besar, di sisi lain tidak diperbolehkan menggunakan kawasan lahan yang tahun sebelumnya telah ditanami.

Ditambahkan, saat ini produksi kedelai lokal di Trenggalek masih mengalami devisit dan tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dari catatan Dinas Pertanian dan Pangan, jumlah produksi Kedelai dalam kurun waktu setahun rata-rata 15.500 ton, sedangkan kebutuhan masyarakat mencapai 18 ribu ton.

"Jadi Trenggalek ini memang masigh devisit, kami berterimakasih sekali, karena Perhutani sudah mengizinkan untuk PAT di kawasan hutan. Tapi ini tidak merusak tanaman hutan, sudah ada strateginya," jelasnya.

Sementara itu Administratur Perhutani KPH Kediri, Ratmanto Trimahono mengaku mendukung penuh program perluasan area tanam kedelai untuk menunjang terget swasembada dari Kementerian Pertanian.

"Untuk di Perhutani Kediri sendiri tahun ini yang kami kerjasamakan untuk area tanam kedelai seluas 1200 hektare, terdiri dari 200 hektare di wilayah Kabupaten Tulungagung dan 1.000 hektare di Kabupaten Trenggalek. Ini yang melaksanakan dari LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan)," ujarnya.

Pihaknya memastikan sistem kerjasama tanam kedelai tidak akan menganggu tanaman utama hutan, karena bisa dilakukan dengan sistem tumpang sari atau ditanam dibawah tegakan utama. Selain itu pihaknya juga memanfaatkan beberapa kawasan lahan hutan yang baru dilakukan penebangan.

"Jadi kawasan hutan itu pasti akan ada penebangan tanaman secara berkala, nah saat itulah kedelai ini juga bisa ditanam di sana atau disebut dengan kawasan pratanam. Kemudian juga bisa di kawasan hutan yang tegakannya usia satu sampai tiga tahun," ujarnya.

Ratmanto menjelaskan, sebaran kawasan hutan yang kini di menjadi lokasi penanaman kedelai berada di BKPH Trenggalek, Karangan serta BKPH Dongko.

Dikonfirmasi terpisah, Dandim 0806 Trenggalek Dodik Novianto mengatakan, pihaknya siap melakukan pendampingan untuk menyukseskan perluasan tanam kedelai guna mendukung target swasembada di tingkat kabupten maupun nasional.

"Seluruh jajaran kami hingga Babinsa akan mengawal program ketahanan pangan ini. Kami berharap khususnya untuk Trenggalek bisa swasembada kedelai dan umumnya Indonesia," ujarnya. (fat/fat)