DetikNews
Senin 19 Februari 2018, 18:33 WIB

Oleh Ulama se-Madura, Kapolda Jatim Ditanya Aksi Orang Gila dan PKI

Rois Jajeli - detikNews
Oleh Ulama se-Madura, Kapolda Jatim Ditanya Aksi Orang Gila dan PKI Foto: Dok Humas Polda Jatim
Pamekasan - Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Machfud Arifin dan Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman bersilaturahmi dengan para ulama se-Madura yang tergabung dalam organisasi AUMA (Aliansi Ulama Madura). Dalam acara silaturahmi tersebut, para ulama menanyakan kondisi akhir-akhir ini yang terjadi di Jatim.

"Kami mohon Bapak Kapolda untuk menjelaskan kepada kami sebenarnya apa yang terjadi akhir-akhir ini," kata Sekretaris AUMA KH Fadholi Ruham saat memberikan sambutan di acara silaturahmi di kantor AUMA di Desa Lenteng, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, Madura, Senin (19/2/2018).

Acara silaturahmi itu dihadiri Danrem 084 Bhaskara Jaya Kolonel Kav M Zulkifli, Direktur Intelkam Polda Jatim, Asintel Kodam V Brawijaya, Wakil Bupati Pemakesan Halil Asyari. Kapolres Pamekasan AKBP Teguh Wibowo, Kapolres Sumenep AKBP Fadilah Zulkarnaen, Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman dan Dandim Pamekasan Letkol Inf Nuryanto.

Sedangkan para kiai dari AUMA yang hadir diantaranya, Abuya Ali Karrar Shinhaji (Ketua AUMA). KH Fadholi Ruham (Sekretaris). KH Nurun Tajalla, KH Dahlawi, KH Syafiudin Hasibin, KH Yahya Hamimuddin, KH Djakfar Shodiq, KH Zainal Djazuli, Habib Faishol Fad'aq, KH Abd Ghaffar, KH Umar Hamdan.

Dalam sambutannya, KH Fadholi mengatakan, akhir-akhir ini ada tokoh agama yang disakiti dan dinodai oleh orang gila. Termasuk kejadian guru yang meninggal dianiaya oleh muridnya. Hingga ditemukannya lambang-lambang PKI.

"Banyak lambang palu arit yang kami temui pada akhir-akhir ini. Ini perlu diantisipasi," tuturnya sambil menambahkan, berharap ke depan siskamling kembali diaktifkan untuk menjaga situasi dan kondisi yang aman dan kondusif.

Temui Ulama se-Madura, Kapolda Jatim Ditanya Aksi Orang Gila dan PKIFoto: Dok Humas Polda Jatim

Kapolda Jatim dalam sambutannya menanggapi pertanyaan tentang kejadian yang dialami para tokoh agama seperti di Kabupaten Tuban, Kabupaten Lamongan,

Terkait kasus yang di Tuban, katanya, itu (pelaku) aslinya orang Rembang (Jawa Tengah), bawa anak dan istrinya dengan maksud ingin berobat kepada Gus Mat. Karena menunggu terlalu lama sehingga tertidur. Ketika dibangunkan untuk salat, malah memecahkan kaca masjid.

"Berdasarkan keterangan dari dokter, ahli psikiater, bahwa yang bersangkutan mengidap penyakit paranoid agresif," tutur Irjen Pol Machfud Arifin.

Kapolda juga menjelaskan tentang kejadian yang menimpa pengasuh Pondok Pesantren Muhammadiyah Karangasem, Kecamatan Paciran, Lamongan. Katanya, pelaku tersebut biasanya keluyuran di pantai sekitar WBL (Wahana Bahari Lamongan).

"Waktunya salat disuruh salat. Kemudian mengejar kiai," katanya.

Orang yang mengejar kiai itu akhirnya ditangkap para santrinya. Kemudian diamankan di Polsek Paciran, dan saat ini sudah dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Polda Jatim.

"Yang bersangkutan tidak membawa alat apapun. Yang bersangkutan juga belum diketahui identitasnya," tuturnya.

Sedangkan kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan murid terhadap gurunya hingga menyebabkan kematian, kata Kapolda, berkas perkara tersebut sudah dinyatakan P21 (berkas sempurna) oleh jaksa.

"Terkait PKI, itu merupakan kasus lama. Mudah-mudahan tidak muncul lagi," jelasnya.

Sedangkan Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman sepakat dengan rencana mengaktifkan kembali Siskamling.

"Kami sepakat terhadap diaktifkannya kembali Poskamling, dan perlu dilaksanakan lebih intens," ujar pangdam.



(trw/trw)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed