Pemusnahan sabu di Markas Komando Pangkalan Udara TNI AL Juanda dilakukan dengan cara diblender. Namun sebelum dimusnahkan, barang haram tersebut diuji laboratorium oleh Forensik Surabaya.
Komandan Lanudal Juanda Surabaya di Sidoarjo Bayu Alisyahbana mengatakan barang bukti sabu itu merupakan hasil pengungkapan dua tersangka DS dan N merupakan jaringan Aceh, 7 Januari 2018 lalu.
"Kami akan terus menggagalkan peredaran sabu melalui Bandara Juanda Surabaya," kata Dan Lanudal Juanda Kolonel Laup (P) Bayu Alisyahbana kepada wartawan di Mako Lanudal Juanda, Senin (19/2/2018).
Pemusnahan barang bukti sabu/ Foto: Suparno |
Bayu mengaku pemusnahan dengan diblender dinilai sangat efektif dan aman. Dan setelah diblender, dibuang ke kloset dan disaksikan instansi yang terkait.
"Sebelum dimusnahkan, barang haram berupa sabu ini diuji laboratorium oleh Forensik Surabaya," tambahnya.
Sementara di lokasi yang sama, Kapolresta Sidoarjo Kombespol Himawan Bayu Aji mengaku penangkaran jaringan narkoba tidak bisa dilakukan sendiri.
"Penangkaran jaringan narkoba ini tidak hisa dilakukan dengan cara parsial, harus bekerja sama dengan instansi yang terkait," jelasnya. (fat/fat)












































Pemusnahan barang bukti sabu/ Foto: Suparno