Takut Diimunisasi Difteri, Siswa SLB di Trenggalek Lari ke Kamar Mandi

Adhar Muttaqin - detikNews
Senin, 19 Feb 2018 15:25 WIB
Foto: Adhar Muttaqin
Foto: Adhar Muttaqin
Trenggalek - Dinas Kesehatan Trenggalek melakukan Outbreak Response Immunization (ORI) difteri dengan sasaran ratusan siswa Sekolah Luar Biasa (SLB).

Imunisasi difteri untuk anak berkebutuhan khusus tersebut digelar di kompleks SLB Kemala Bhayangkari, Jalan HOS Cokroaminoto, Trenggalek.

Petugas Dinas Kesehatan Trenggalek, Supartini, mengatakan ada tantangan tersendiri ketika harus melakukan imunisasi terhadap anak berkebutuhan khusus.

Tantangan utamanya adalah sebagian dari mereka menolak dan meronta saat hendak dilakukan penyuntikan.
Takut Diimunisasi Difter, Siswa SLB di Trenggalek Lari ke Kamar Mandi Foto: Adhar Muttaqin

"Dibanding dengan siswa biasa, disini kami harus bekerja lebih ekstra, harus penuh kesabaran agar anak-anak itu mau dilakukan imunisasi," ujarnya, Senin (19/2/2018).

Dari pantauan detikcom, sejumlah siswa menolak untuk dilakukan imunisasi, mulai dari meronta, lari hingga bersembunyi di kamar mandi. Bahkan petugas terpaksa menggendong beberapa siswa agar bisa diimunisasi.

"Untuk di SLB ini kami harus hati-hati betul, karena ada juga beberapa anak yang mengkonsumsi obat tertentu, seperti tadi yang memiliki riwayat kejang dan dalam pengawasan dokter anak," tambahnya.

Beruntung, lanjut Supartini, kegiatan imunisasi berjalan dengan lancar dan semua siswa berkebutuhan khusus telah mendapatkan imunisasi yang dibutuhkan.

Selepas imunisasi, petugas juga menyampaikan kepada wali murid tentang beberapa efek samping yang bisa muncul pasca imunisasi, semisal panas dan sakit selama beberapa hari pada bekas suntikan.

"Efek samping kami sampaikan kepada wali murid dan pengajar agar tidak menimbulkan kekhawatiran, karena memang ada beberapa efek yang muncul," imbuhnya.
Takut Diimunisasi Difter, Siswa SLB di Trenggalek Lari ke Kamar Mandi Foto: Adhar Muttaqin

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari Trenggalek, Mala Didit menjelaskan, sasaran imunisasi kali ini meliputi 180 lebih siswa, mulai dari jenjang SD hingga SMA dengan rentang usia antara 5-19 tahun.

"Kami berharap seluruh anak-anak kami ini terbebas dari penyakit difteri. Mencegah lebih baik daripada mengobati. Ya memang butuh kesabaran, karena anak-anak memang berkebutuhan khusus," tutupnya.

(lll/fat)