DetikNews
Senin 19 Februari 2018, 12:53 WIB

Anggota Komisi III Klaim Penyerang Kiai di Lamongan Orang Gila

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Anggota Komisi III Klaim Penyerang Kiai di Lamongan Orang Gila Anggota Komisi III DPR RI Adies Kadir/Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Surabaya - Pelaku penyerangan kiai di Lamongan saat ini berada di RS Bhayangkara Surabaya untuk menjalani test kejiwaan. Meksi hasil belum keluar, pelaku dinyatakan sebagai orang gila.

"Ini memang yang bersangkutan itu betul-betul orang gila," ujar Anggota Komisi III DPR RI Adies Kadir saat menjenguk pelaku penyerangan kiai di RS Bhayangkara, Surabaya, Senin (19/2/2018).

Meski pelaku saat ini belum diperiksa ahli kejiwaan, namun anggota DPR dari Fraksi Golkar ini mengatakan, berdasarkan pengamatannya ketika bertemu pelaku, dia bisa melihat jika orang tersebut telah mengalami gangguan psikis yang cukup lama. Hal ini bisa diketahui dari ekspresi wajah dan pandangan matanya.

BACA JUGA: Penyerangan Kiai di Lamongan

"Kalau tadi kami melihat orang ini sepertinya sudah 2-3 tahun mengalami gangguan psikis yang berat. Jadi bisa dikatakan gila," ujar Adies.

Adies menambahkan, saat ini telah disiapkan beberapa ahli kejiwaan, dan psikiater dari RS Bhayangkara. Tak hanya itu, nantinya pelaku juga akan diperiksa lagi dengan tambahan dari dokter di RS Menur.

Kasus penyerangan menimpa Kiai Hakam Mubarok, pengasuh Pondok Pesantren Muhammmadiyah, Karangasem, Paciran, Kabupaten Lamongan, Minggu (18/2/) sore.

BACA JUGA: Momen-momen Pria Diduga Gila Serang Kiai di Lamongan

Peristiwa itu bermula saat pelaku tidur di pendopo ponpes, lokasi tempat menerima tamu. Menjelang salat dhuhur, pelaku dibangunkan oleh Kiai Hakam dan diperintahkan keluar.

Namun, pria tak dikenal tersebut enggan menuruti permintaan Kiai Hakam. Meski sarungnya diseret, ia menolak pindah. Kemudian ia berdiri dan menantang. Pria itu dan Kiai Hakam sempat beradu otot. Namun beruntung, tak ada yang kena pukulan.

Kiai Hakam pun lari. Ia dikejar pelaku dan kehabisan nafas, kemudian terjatuh. Beruntung kejadian itu diketahui orang.
(bdh/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed