Dalam kunjungannya, Calon Gubernur nomor urut 2 ini menyapa para pedagang. Ia berdialog dan menanyakan bagaimana kondisi perekonomian para pedagang di kawasan Pulau Madura ini. Dimulai dari pendapatan harian, hingga taraf kehidupan mereka.
Para pedagang menyambut Gus Ipul dengan senang, bahkan tak jarang mereka meminta untuk berselfie bersama. Gus Ipul menyalami dan berdialog satu persatu dengan warga dan pedagang.
Gus Ipul juga sempat menjajal menjahit di kios jahit yang ada di dalam pasar. Saat bertemu pedagang pakaian, Gus Ipul membeli baju dan sabuk khas Madura dan langsung dia kenakan. Celurit dan sabit khas Madura juga sempat dia beli sebagai oleh-oleh dibawa ke Surabaya.
Menurut Gus Ipul, Pasar Blega merupakan salah satu pusat perekonomian di Madura. "Kalau orang mau ke Sampang, Sumenep dan Pamekasan, pasti lewat Pasar Blega ini," ungkap dia.
Gus Ipul dan para penjahit di Pasar Blega (Foto: istimewa) |
Ia menambahkan, revitalisasi pasar menjadi penting untuk dilakukan. Dengan adanya revitalisasi, tingkat penjualan pedagang diyakini dapat lebih baik. Selain itu juga menimbulkan suasana yang kondusif untuk melakukan kegiatan transaksi jual-beli.
"Bahkan kebijakan ini dinilai pro perempuan. Melihat pasar menjadi tempat kaum perempuan banyak beraktivitas sehingga bisa meningkatkan indeks pembangunan perempuan," tutur Gus Ipul.
Tantangannya, kata Gus Ipul, sejauh mana dialog dapat dibangun menjelang revitalisasi dilakukan. Banyak pedagang yang merasa khawatir, revitalisasi membuat pendapat mereka menurun. Padahal, justru perbaikan pasar ini berdampak positif bagi penjualan.
"Kedatangan ini menjadi bagian kami menjalin dialog dengan pendagang dan meyakinkan mereka, langkah ini justru dapat menaikkan penjualan mereka. Dan juga bisa bersaing," pungkas dia.
Selain itu, lanjut Gus Ipul, komitmen revitalisasi pasar tradisional ini sejalan dengan arah pembangunan ekonomi kerakyatan yang ditawarkan Gus Ipul-Puti untuk Jawa Timur. (iwd/bdh)












































Gus Ipul dan para penjahit di Pasar Blega (Foto: istimewa)