DetikNews
Minggu 18 Februari 2018, 20:12 WIB

Penggunaan Parkir Meter di Surabaya Tingkatkan Pendapatan 300%

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Penggunaan Parkir Meter di Surabaya Tingkatkan Pendapatan 300% Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Surabaya - Penggunaan parkir meter di area Balai Kota, Surabaya, turut menambah penghasilan pemkot. Kenaikan di tahun 2017 sebanyak 300 persen. itu setelah parkir meter dipasang di sepanjang Jalan Sedap Malam hingga Jalan Jimerto.

Kepala Bank Indonesia perwakilan Jawa Timur, Difi Ahmad Johansyah membenarkan peningkatan sebanyak 300%.

"Ini merupakan sinergi dari Pemkot Surabaya dan Bank Indonesia (BI). Selanjutnya akan kita tingkatkan dan perluas lagi," kata Risma di peresmian penggunaan uang elektronik parkir meter Taman Bungkul, Minggu (18/2/2018).

Kenaikan pendapatan ini, tambah Difi, merupakan buah dari pengawasan secara terstruktur pada zona parkir, yang bisa langsung dipandu melalui sistem elektronik. "Jadi untuk pengawasannya sudah lebih terstruktur," katanya.

Menurut Difi, alat parkir meter digunakan sebagai penunjang Kota Surabaya menjadi kota modern. Sedangkan kota modern sendiri, memiliki ciri dengan banyaknya pemakaian uang non tunai dalam berbagai transaksi. Penggunaan uang elektronik ini dinilai turut menciptakan perekonomian yg lebih efektif.

"Selama ini, Indonesia masih tinggi penggunaan uang tunai dibanding negara tetangga, yakni masih sebanyak 99 persen," tambah Difi.

Difi yang menghadiri peresmian penggunaan alat parkir meter di Taman Bungkul berharap, Jawa Timur, khususnya Surabaya, menjadi garda terdepan dalam pengembangan uang non tunai di Indonesia. Hal ini nantinya akan turut sukseskan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT).

"Harapannya, hal ini akan mendukung visi Surabaya sebagai Smart City yang tidak hanya di Indonesia saja, tapi di dunia," ujar Difi di depan ratusan pengunjung Taman Bungkul.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed