DetikNews
Kamis 15 Februari 2018, 07:57 WIB

Di Madiun Ternyata Ada Penangkaran Burung Merak yang Dilindungi

Sugeng Harianto - detikNews
Di Madiun Ternyata Ada Penangkaran Burung Merak yang Dilindungi Foto: Sugeng Harianto
Madiun - Upaya penangkaran hewan biasanya dilakukan oleh instansi milik pemerintah. Namun di Madiun, ada sebuah penangkaran hewan yang dikelola oleh perorangan.

Penangkaran yang dimaksud adalah penangkaran burung merak hijau (Pavo muticus) atau yang biasa disebut merak Jawa. Burung merak ini tergolong sebagai satwa yang dilindungi.

Pengelolanya adalah Surat Wiyoto (57), seorang petani tradisional yang tinggal di Dusun Suko, Desa Tawangrejo, Kecamatan Gemarang. Dari penuturan pria yang akrab disapa Mbah Surat itu, penangkaran ini dimulainya secara tak sengaja sejak tahun 1999 silam.

Saat itu ia dalam perjalanan mencari rumput di hutan yang masuk ke dalam wilayah Sampung. Jarak hutan dari rumahnya berkisar lima kilometer.

"Saat perjalanan mencari rumput di hutan itu tiba-tiba ada burung merak terbang, mungkin kaget melihat saya. Di lokasi merak terbang itu ada empat butir telur sebesar telur angsa," jelas Surat kepada detikcom, Rabu (14/2/2018).

Di kawasan hutan jati tersebut, lanjut Mbah Surat, beberapa warga mengaku pernah berjumpa dengan burung merak liar yang menjadi penghuni hutan. Namun ketika menjumpai telur-telur itu, muncul niatan Mbah Surat untuk bisa menetaskannya.
Ini sosok Mbah Surat, pria yang mendedikasikan dirinya untuk menangkar burung merak hijau yang dilindungi. (Foto: Sugeng Harianto)Ini sosok Mbah Surat, pria yang mendedikasikan dirinya untuk menangkar burung merak hijau yang dilindungi. (Foto: Sugeng Harianto) Foto: Sugeng Harianto

Mbah Surat mengaku memutar otak untuk bisa menetaskan telur-telur itu. "Saya sempat bingung gimana caranya biar menetas telur meraknya. Akhirnya dapat ide saya ikutkan dierami induk ayam kampung saya yang kebetulan sedang mengerami," kenangnya.

Mbah Surat mencatat, 15 hari kemudian keempat telur yang ditemukannya itu menetas semua. Dari keempat telur tersebut muncul dua ekor burung merak jantan dan 2 ekor betina. Dari dua pasang burung merak itu kemudian berkembang menjadi 31 ekor burung merak yang dipeliharanya saat ini.

Pria berusia 57 tahun itu merinci ke-31 ekor burung merak peliharaannya terdiri atas 18 ekor atau 9 pasang burung merak dewasa dan 13 ekor burung merak yang masih anak-anak.

Ada cerita menarik di balik burung-burung merak yang dirawat Mbah Surat. Menurutnya, induk merak yang ditangkarnya justru enggan mengerami telurnya sendiri.

"Setiap bertelur itu selalu gagal kalau yang erami induk merak. Tapi kalau ayam yang erami berhasil, jadi setiap bertelur sekitar 4 sampai 6 butir tiap induk langsung saya pindah ke kandang ayam yang mengerami," ungkapnya sambil menunjukkan 4 butir telur merak yang gagal dierami induknya.

Penangkaran burung merak hijau milik Mbah Surat juga terbuka untuk umum. pengunjung biasanya datang pada kisaran jam 8 pagi hingga 4 sore. Namun karena kandang-kandang merak menyatu dengan pekarangan rumah Mbah Surat, maka ia tak mematok tiket masuk. Tak jarang ia menerima bantuan dari masyarakat yang datang seikhlasnya.

"Animo masyarakat sebenarnya besar. Namun gimana lagi kondisi kandang kurang memadai, mungkin mereka enggan balik," keluh pria yang hanya tinggal dengan istrinya, Tandur (55).
Di Madiun Ternyata Ada Penangkaran Merak yang DilindungiFoto: Sugeng Harianto

(lll/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed