DetikNews
Rabu 14 Februari 2018, 21:22 WIB

Kejaksaan Tahan Ketua DPRD Jember Terkait Kasus Bansos

Yakub Mulyono - detikNews
Kejaksaan Tahan Ketua DPRD Jember Terkait Kasus Bansos Foto: Yakub Mulyono
Jember - Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember menahan Ketua DPRD Jember M Thoif Zamroni. Thoif telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dana Bansos tahun 2015.

Penetapan tersangka kepada Thoif itu, setelah kejaksaan melakukan penyelidikan dan pengumpulan bukti-bukti selama setahun. Selain menetapkan tersangka, pihak kejaksaan juga melakukan penahanan terhadap politikus Partai Gerindra itu.

"Semua penyidik menyampaikan hasil penyidikan dan disimpulkan, memang cukup alat bukti untuk menetapkan yang bersangkutan yang mana sebagai ketua DPRD Jember sebagai tersangka," kata Kepala Kejaksaan Negeri Jember, Ponco Hartanto, Rabu (14/2/2018) petang.

Menurut Ponco, Bansos tahun 2015 itu tidak sesuai dengan peruntukannya sesuai dengan Permendagri nomor 39 tahun 2012. Seharusnya, kata Ponco, kelompok itu dibentuk dengan struktur kepengurusan tanpa melibatkan keluarga.

"Tapi di sini dibentuk (kepengurusannya) keluarga," jelas Ponco.

Padahal, tujuan pemberian Bansos itu menurut Ponco salah satunya mengentas kemiskinan. Namun dalam kasus itu, rata-rata yang menerima Bansos justru orang yang masuk kategori mampu. "Jadi memang tidak sesuai dengan peruntukannya," ungkapnya.

Disinggung soal keterlibatan Thoif dalam kasus itu, menurut Ponco adalah penyalahgunaan wewenang.

"Jadi perannya banyak di situ. Mulai dari perencanaan, mulai pengusulannya itu untuk meminta kepada tim anggaran pemerintah daerah supaya DPRD diberikan Bansos senilai Rp 33 miliar," kata Ponco.

Saat ditanya berapa kerugian negara dari total anggaran Bansos Rp 33 miliar itu, Ponco belum berani menjawab. "Ini kan baru sambil jalan. Tapi karena ini sifatnya didesain, jenis korupsinya kelihatan didesain. Pertanggungjawaban ke masing-masing anggota dewan," kata Ponco.

Pihaknya menemukan surat atau bukti, dari Rp 33 miliar itu berbeda-beda perolehannya. Untuk Ketua DPRD dan pimpinan kurang lebih mendapat Rp 1,2 miliar, sementara untuk anggota rata-rata Rp 800 juta.

"Jadi berbeda-beda mendapatkan, didesain jadi pertanggunganjawab pidananya itu kepada masing-masing penerima," kata Ponco. Meski begitu, Ponco juga mengakui bahwa penerima dana Bansos senilai Rp 33 Miliar itu tidak semuanya menyimpang.

"Masih ada yang dilaksanakan dengan baik. Nanti akan komprehensif akan secara detail kita telusuri semua," katanya.

Ponco kembali menegaskan, bahwa pada pemeriksaan tadi pihaknya hanya menetapkan satu orang tersangka yakni Thoif. Penahanan Thoif dilakukan karena ada sejumlah pertimbangan. Yakni agar tidak mengulangi perbuatan, tidak mempengaruhi mengintimidasi para saksi, serta menghilangkan atau mengganti barang bukti.
(bdh/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed