Terjun Payung 227 Paskhas TNI AU Hiasi Langit Banyuwangi

Ardian Fanani - detikNews
Selasa, 13 Feb 2018 18:56 WIB
Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - 227 Prajurit Pasukan Khas (paskhas) di bawah jajaran wing II paskhas TNI AU, melakukan terjun payung penyegaran statik di run way Bandara Blimbingsari. Para prajurit Paskhas baret jingga itu diangkut menggunakan pesawat angkut C-130 Hercules A-1332 dari Skadron 32 Wing Udara 2 Lanud Abdulrachman Saleh.

Wakil Komadan Batalyon Komando 464 Paskhas, Mayor Pasukan (Pas), Raden Ruli Rusliana mengatakan, pelaksanaan terjun payung tersebut dilaksanakan dalam empat sorties atau kelompok. Para prajurit melaksaakan penerjunanan dari ketinggin 1200 feet atau setara 400 meter. Sebelum melaksanakan terjun payung statik di Banyuwangi digelar pula terjun payung bebas tempur (free fall) di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang.

"Untuk satuan yang terlibat jun gar statik itu dari batalyon komando (Yonko) 464 paskhas, detasemen matra II paskhas, pusdiklat paskhas, dan personel makokor paskhas yang yang bermarkas di Komplek Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Singosari, Malang," ujarnya kepada wartawan, Selasa (13/2/2018).

Pelaksanaan jun gar tersebut, jelas Ruli, merupakan agenda rutin latihan secara bertahap, bertingkat dan berkelanjutan dengan tujuan untuk melaksanakan penyegaran bagi para prajurit yang mempunyai kualifikasi terjun statik, ataupun terjun bebas tempur guna memelihara kemampuannya sebagai prajurit para komando.

"Jadi Batalyon Komando 464 Paskhas bertugas untuk melaksanakan operasi perebutan sasaran dan pertahanan objek strategis angkatan udara dalam operasi militer," ujarnya.


Paskhas TNI AU unjuk gigi di Malang/Paskhas TNI AU unjuk gigi/Foto: Ardian Fanani


Banyuwangi dipilih sebagai tempat jun gar, karena sesuai perintah satuan atas, sebisa mungkin juga untuk mencari lokasi yang belum pernah dilaksanakan penerjunan.

"Setelah disurvei, runway bandara Blimbingsari ternyata ideal dan belum dilaksanakan jun gar maupun jun tis. Sehingga diputuskan untuk berlatih terjun penyegaran di Banyuwangi," terang mayor pasukan asal Bandung itu.

Sebelum melaksanakan terjun statsik, prajurti harus memenuhi kualifikasi seperti diantaranya umur tidak boleh lebih dari 50 tahun, dalam kondisi sehat, dan prima. Selain itu juga personel paskhas yang masih aktif di jajaran kor paskhas.

"Harapan kami, dengan pelaksanaan jun gar dapat meningkatkan kemampuan masing-masing prajurit dalam terjun statik, sehingga saat pelaksanaan terjun statis dengan menggunakan senjata dan perlengkapan pokok sudah siap melaksanakan jun tis maupun siap dioperasikan untuk melaksanakan tugas operasi," tandasnya.

Latihan jun gar yang disaksikan Dandim 0825 Banyuwangi, Letkol (Inf) Ruli Nuryanto dan Komandan Lanal Banyuwangi, Letkol Laut (P) Suhartaya tersebut mengundang antusias warga dari Kecamatan Blimbingsari, Rogojampi, Kabat, Banyuwangi dan sekitarnya. Mereka datang sejak pagi untuk menyaksikan peristiwa langka dan baru kali pertama dilaksanakan di kabupaten berjuluk the sunrise of java tersebut.

"Seneng lihat penerjun payung. Jarang soalnya. Di Banyuwangi baru kali ini lihat seperti ini," ujar Tulus, salah satu warga Banyuwangi. (fat/fat)