DetikNews
Selasa 13 Februari 2018, 09:10 WIB

Sanggar Pendopo Ronggohadinegoro Blitar Tebarkan Virus Budaya

Erliana Riady - detikNews
Sanggar Pendopo Ronggohadinegoro Blitar Tebarkan Virus Budaya Foto: Erliana Riady
Blitar - Pendopo Ronggohadinegoro Blitar tak hanya sebagai destinasi wisata. Dari tempat ini pula, virus budaya ditularkan ke generasi muda. Melalui olah tubuh, pikir dan rasa, sebuah sanggar kesenian terbentuk sebagai wadah kreasi generasi muda. Sesuai tempatnya berlatih, namanya Sanggar Pendopo.

Setiap hari Minggu, sebanyak 210 anak muda berlatih tari. Dengan 6 pelatih, mereka terdiri pelajar SD dari tiga kecamatan sebanyak 120 anak. Pelajar SMP SMA penari putri 50 anak dan putra 20 anak.

Tak hanya pelajar sekolah, namun Sanggar Pendopo juga membuka pintu lebar bagi masyarakat umum yang ingin berlatih menari bersama. Setidaknya ada 20 pelajar dari kalangan masyarakat umum ikut berlatih menari sepekan sekali.

Menari di sanggar ini, hanya mempelajari berbagai tari tradisional. Baik itu tari dari Jawa Barat, Jawa Tengah atau tari karya seniman Jawa Timur. Animo generasi muda mempelajari tradisi daerah ini sangat positif. Apalagi di tengah gempuran budaya asing, masuk ke Indonesia tanpa filter.

Seorang pelajar yang memanfaatkan Sanggar Pendopo, Septi Krismonarisa (19). Dia mengaku ikut sanggar sejak SMA. Gadis yang sekarang kuliah di jurusan seni tari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) ini banyak mendulang prestasi di seni tari.

"Saya suka menari sejak kecil. Walaupun sekarang banyak jenis tari kontemporer masuk, tapi tari tradisional tetap lebih bagus. Karena gerakannya tertata, ada maknanya dan alurnya jelas," aku Septi ditemui detikcom beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Pariwisata Budaya dan Olah Raga Pemkab Blitar, Luhur Sejati mengatakan Sanggar Pendopo salah satu fungsinya untuk pendidikan karakter dengan basic kesenian.

"Tidak hanya seni tari, ada seni karawitan, pedalangan, lukis, teater dan musik. Artinya kita akan mengolah itu semua. Karena kami tahu, potensi yang dimiliki seseorang itu tidak hanya dari segi akademis, tapi dari kompetensi yang dimiliki seperti kesenian dan olah raga," jelas Luhur ditemui di kantornya Jalan A Yani Kota Blitar, Selasa (13/2/2018).

Menurut Luhur, jumlah seniman atau pelaku seni atau orang yang suka dengan seni di Indonesia semakin sedikit. Dengan adanya Sanggar Pendopo ini, merupakan upaya membangun eksistensi seni agar tidak dipandang sebelah mata.

"Inilah bentuk edukasi kami. Alhamdulillah Pemkab ada biaya, sehingga semua peserta tidak mengeluarkan biaya," ungkapnya.

Sanggar di bawah binaan Disparbudpora Pemkab Blitar ini dirintis sejak 2006 lalu. Banyak prestasi gemilang skala nasional telah diraih. Di antaranya, pentas dalam kegiatan APKASI di Jakarta, Tahun 2016 dan 2017. Tim Produksi dan Pemantasan terbaik pawai budaya Jatim Specta Night carnival tahun 2015 sampai tahun 2017. Dan peserta terbaik dalam Festival Karya Tari Jawa Timur di Surabaya Tahun 2008, 2015, 2016 dan 2017.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed