DetikNews
Jumat 09 Februari 2018, 20:39 WIB

Wisatawan dan Warga Banyuwangi Padati Festival Tahu Tempe

Ardian Fanani - detikNews
Wisatawan dan Warga Banyuwangi Padati Festival Tahu Tempe Bupati Anas memotong tempe mongkleng (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi - Ribuan warga dan wisatawan memadati event Festival Tahu dan Tempe yang digelar di Kelurahan Pengantigan, Banyuwangi. Festival kali pertama yang masuk dalam Banyuwangi Festival ini dibuka Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Dalam acara ini dimulai dengan arak-arakan tempe berukuran raksasa yang dinamai "tempe mongkleng". Tempe dengan ukuran panjang lima meter ini dipanggul Bupati Anas dan tamu undangan, diiringi dengan seni barong khas Suku Osing, kelompok masyarakat asli Banyuwangi.

Usai diarak, tempe raksasa itu kemudian diproses, lalu disantap bersama ribuan orang yang hadir.

"Festival Tahu dan Tempe ini berangkat dari potensi warga setempat yang memproduksi tempe dan tahu sebagai sumber ekonomi. Lalu warga berkreasi, dan pemerintah daerah mendorongnya menjadi festival unik dan meriah ini," ujarnya kepada wartawan, Jumat (9/2/2018).

Anas menjelaskan, Festival Tahu dan Tempe digelar sebagai cara pemerintah membangun budaya masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan bersih. Para produsen tahu dan tempe didorong melakukan proses pengolahan dengan higienis. Ini selaras dengan komitmen Banyuwangi yang menjadikan kebersihan sebagai pilar pariwisata.

Bupati Anas memanggul tempe mongklengBupati Anas memanggul tempe mongkleng (Foto: Ardian Fanani)

"Kalau kawasannya bersih dan punya potensi unik, pasti menghadirkan pengalaman berwisata menarik. Wisatawan bisa menyaksikan langsung proses produksi tahu dan tempe dan beragam olahannya tanpa risih karena lingkungannya bersih. Ini bisa kita lihat langsung, tempat produksi tempe yang katanya kotor ternyata di sini bersih dan rapi," kata Anas.

Di festival ini, beragam olahan tempe dan tahu disediakan bagi pengunjung. Misalnya keripik tempe, peyek tempe, tempe mendoan, dan kerupuk tahu. Tak hanya itu, banyak olahan tempe dan tahu yang unik, seperti brownies tahu, cokelat tempe, serabi tempe, spageti tempe, stik tempe, cookies tempe, sate tempe, dan burger tempe.

Kawasan Pengantigan, Banyuwangi. memang dikenal sebagai pusat produksi tahu dan tempe sejak 1960-an. Sedikitnya ada 30 pengusaha tahu dan tempe di daerah ini.

Sulaiman (45), pengusaha tempe mengatakan, produksi tempe-nya terus berkembang. Dulu hanya memproduksi dua kuintal per hari, sekarang mencapai empat kuintal per hari yang didistribusikan hingga Pulau Bali. Sulaiman memperkerjakan 20 warga sekitar.

"Saya senang sekali sentra produksi ini dibikinkan Festival Tahu Tempe, sehingga masyarakat luar semakin tahu potensi kampung kami. Kami juga berlomba-lomba meningkatkan kualitas produk serta higienitas produksi," kata Indah.

Festival Tahu Tempe berlangsung mulai Jumat (9/2/2018) hingga Selasa (13/2), dari pukul 15.00 – 22.00 WIB. Festival ini bagian dari 77 atraksi wisata Banyuwangi Festival sepanjang 2018.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed