DetikNews
Jumat 09 Februari 2018, 19:51 WIB

Kredit Perdana Program Hulu Hilir Pertanian Sasar 78 Petani Jombang

Enggran Eko Budianto - detikNews
Kredit Perdana Program Hulu Hilir Pertanian Sasar 78 Petani Jombang Foto: Enggran Eko Budianto
Jombang - Penyaluran kredit perdana untuk program hulu hilir agro maritim sektor pertanian menyentuh 78 petani di Jombang. Program ini bertujuan mencetak petani menjadi enterpreneur sehingga mempunyai nilai tambah.

Penyerahan pinjaman modal untuk petani ini digelar di balai Desa Sugihwaras, Ngoro, Jombang. Penyerahan kredit dilakukan secara simbolis melalui penyerahan Surat Penandatanganan Perjanjian Kredit (SPPK) Program Hulu Hilir kepada petani.

Sedikitnya 78 petani di Jombang mendapatkan pinjaman modal ini. Sementara total plafon pinjaman yang dikucurkan Bank Jatim mencapai Rp 170 juta.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Jatim Fattah Yasin mengatakan, tahun ini disiapkan Rp 100 miliar untuk pemberian modal program hulu hilir agro maritim di Jatim. Dana tersebut disiapkan oleh Bank Jatim dan BPR Jatim.

Dia merinci, dari jumah tersebut, Rp 70 miliar akan disalurkan untuk pemberian pinjaman modal sektor pertanian di 5 kabupaten. Antara lain Kabupaten Jombang, Kediri, Ngawi, Tuban dan Malang. Sementara sisanya akan disalurkan untuk sektor perikanan.

"Pak Gubernur ingin ada nilai tambah, mengandung kesejahteraan. Kalau selama ini (petani) pakai pupuk subsidi, pinjaman tak jelas dari mana, tak ada nilai tambah karena tidak hulu hilir mereka. Kalau ini kan sampai hulu hilir, sampai keluar beras, sampai kualitasnya bagus, dijual beras kualitas premium, nilai tambahnya kurang lebih 52%," kata Yasin di lokasi, Jumat (9/2/2018) sore.

Menurut Yasin, pinjaman modal ini akan ditunjang dengan pemberian peralatan untuk pengolahan hasil panen. Selain bunga pinjaman yang ringan, setiap petani bisa mengangsur kredit selama tiga tahun.

"Grace period-nya (tenggang waktu pengembalian pinjaman) 3 tahun. Hitungan kami untuk alat-alatnya lebih lama lagi pengembaliannya," ujarnya.

Direktur Ritel, Konsumer & Usaha Syariah Bank Jatim Tony Sudjiaryanto memastikan, kredit program hulu hilir ini hanya dipatok bunga 6 %. Penyaluran pinjaman pun langsung menyasar para petani.

"Langsung ke petani, rekomendasi gapoktan," tandasnya.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed