DetikNews
Jumat 09 Februari 2018, 18:49 WIB

Berpotensi Terjadi Bencana, Ini yang Dilakukan Pemkab Banyuwangi

Ardian Fanani - detikNews
Berpotensi Terjadi Bencana, Ini yang Dilakukan Pemkab Banyuwangi Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Kabupaten Banyuwangi masuk daerah rawan potensi bencana sangat tinggi di Indonesia. Ada tiga ancaman bencana yang bisa datang dan terjadi sewaktu-waktu.

Menurut Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Banyuwangi, Eka Muharram, ancaman bencana utama adalah bencana tsunami. Sebab Kabupaten di ujung Timur pulau Jawa ini memiliki panajang pantai 175 Km dan sepanjang pantau tersebut sangat berpotensi tsunami.

Gempa bumi dan tsunami di Banyuwangi terjadi pada 3 Juni 1994. Kejadian ini menyusul setalah terjadi gempa tektonik di Samudra Hindia. Tsunami ini mengakibatkan kerusakan total di pemukiman pesisir.

Daerah-daerah pesisir selatan di Kabupaten Banyuwangi seperti Pantai Plengkung, Pantai Pancer dan Pantai Rajegwesi rata dengan tanah. Korban meninggal diperkiraan mencapai 215 jiwa.

"Kita pernah terkena bencana tsunami di daerah pesisir selatan Banyuwangi. Banyak korban jiwa. Itu mungkin tsunami pertama di Indonesia," ujar Eka Muharam, kepada wartawan, Jumat (9/2/2018).

Selain tsunami, gunung meletus menjadi ancaman tertinggi ke dua di Kabupaten Banyuwangi. Karena ada dua Gunung api Aktif berada di daerah ini. Yaitu Gunung api Raung dan Gunung api Ijen sedangkan ancaman lainya yaitu ancaman bencana Banjir tanah longsor, kekeringan dan bencana lainya.

"Dalam dokumen indek risiko bencana Indonesia, Banyuwangi terkategori sebagai daerah dengan potensi bencana yang sangat tinggi. Kita menempati urutan ke 11 dari seluruh kabupaten/kota di Indonesia," katanya.

Eka Muharram menambahkan, untuk mengantisipasi risiko bencana saat ini BPBD Banyuwangi bersama pemerintah setempat melakukan penyusunan dokumen rencana pengurangan resiko bencana, kemudian rencana penanggulangan bencana.

Karena dokumen itu sangat penting untuk menjadi pedoman yang terarah dan sistematis di dalam upaya pengurangan resiko bencana. Karena upaya pengurangan risiko bencana itu tidak bisa dilakukan tanpa perencanaan.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed