DetikNews
Kamis 08 Februari 2018, 09:38 WIB

Go-bek, Sego Bebek Kreasi Wirausahawan Muda Lamongan

Eko Sudjarwo - detikNews
Go-bek, Sego Bebek Kreasi Wirausahawan Muda Lamongan Foto: Eko Sudjarwo
Lamongan - Tak ingin masa mudanya hilang begitu saja, seorang pemuda di Lamongan merintis usaha mandiri berjualan nasi. Meski masih pemula, sang wirausahawan muda ini tak ingin kalah dengan wirausahawan yang terlebih dulu terjun di bisnis ini. Berkat ketekunannya, wirausahawan muda asal Lamongan inipun mendapat suntikan modal dari Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Go-bek, itulah nama yang disematkan pada sego bebek kreasi Jauhirul Mawahib (29). Sekilas, jika mendengar nama Go-bek tentu yang terlintas adalah sebuah aplikasi ojek online. Namum, jika datang ke Lamongan, maka nama Go-bek ini bukan sebuah aplikasi ojek tapi adalah nama warung nasi sego bebek.

"Nama yang unik karena identik dengan aplikasi ojek online, padahal ini warung nasi bebek," kata Jauhirul Mawahib, dalam perbincangannya dengan detikcom di boot Go-bek miliknya di Desa Dempel, Kecamatan Maduran, Kamis (8/2/2018).

Dia mengaku menyajikan bebek beserta bumbunya yang diukep dulu sebelum disajikan. Sehingga rasanya berbeda. "Mungkin itu yang menjadikan saya bisa mendapatkan bantuan fasilitasi dari Kemenpora dalam program Wirausaha Muda Pemula (WMP)," tambahnya.

Wahib, panggilan akrabnya mengaku untuk mendapatkan bantuan fasilitasi WMP dari Kemenpora ini bukan perkara yang mudah. Pasalnya, dia harus bersaing dengan 1.000 lebih pemuda dari seluruh Indonesia. Bahkan, untuk Lamongan saja, Wahib mengaku ada lebih dari 40 wirausahawan muda yang mengikuti bimbingan teknis (bimtek) pengajuan proposal usaha pemula ini.

"Usia harus minimal 31 tahun dan bidang usaha yang digeluti harus berusia lebih dari 1 tahun," kata Wahib yang saat ini tinggal di Desa Taji.

Soal keistimewaan masakannya, Wahib mengaku dari bumbunya. Selain itu, lanjut Wahib, harga seporsi masakan Go-bek kreasinya terbilang murah, hanya Rp 8 ribu.

"Kalau biasanya nasi bebek yang ada warung-warung Lamongan itu bumbunya hanya diulek dan kemudian disajikan bersama lalapan, tapi Go-Bek saya bumbunya diukep terlebih dahulu," kata Wahib yang mengisahkan pernah juga ikut orang di warung Lamongan sebelum akhirnya memutuskan untuk berwirausaha ini.

Wahib mengaku, bantuan fasilitasi WMP dari Kemenpora ini akan ia buat untuk mengembangkan usahanya lebih maju lagi. Beberapa rencana pengembangan itu, aku Wahib, di antaranya menyewa tempat yang lebih representatif karena saat ini masih di boot pribadi.

"Untuk sementara, saya baru mengajak 1 orang sebagai rekan kerja untuk menemani usaha saya ini," kata Wahib.

Sementara Kabid Pemuda Dinas Pemuda dan Olahraga Lamongan, Adang Moelyono pada kesempatan terpisah mengakui keuletan Jauhirul Mawahib dalam merintis usahanya. Adang menuturkan, pihaknya juga pernah mengajak Jauhirul menjadi pembicara dalam forum pelatihan wirausahawan agar bisa membagi pengalamannya ke pemuda lainnya.

"Beberapa waktu yang lalu, kami juga mengajak Jauhirul Mawahib ini berbagi pengalaman dan memberikan motivasi kepada pelajar-pelajar SMA yang sudah tertarik untuk berwirausaha," kata Adang ditemui di kantor Dispora Lamongan.

Adang berharap, keuletan Jauhirul dalam berwirausaha ini bisa ditiru oleh pemuda lain. Sehingga bisa memperluas lapangan usaha dan pemuda menjadi tidak tergantung untuk sekadar mencari pekerjaan semata, tapi bisa menciptakan lapangan kerja.

"Semoga apa yang dilakukan oleh Jauhirul Mawahib ini bisa menjadi inspirasi bagi pemuda lain," harapnya.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed