BNNP Jatim Musnahkan 8 Kg Sabu Senilai Rp 10 Miliar

Deni Prastyo Utomo - detikNews
Rabu, 07 Feb 2018 12:45 WIB
Sabu yang dimusnahkan berasal dari 9 tersangka yang diamankan (Foto: Deni Prastyo Utomo)
Surabaya - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur melakukan pemusnahan barang bukti sabu seberat 8 kg. Barang bukti sabu tersebut berasal dari tiga kasus dengan sembilan tersangka.

Tiga kasus tersebut merupakan hasil ungkap di akhir tahun 2017 dan awal tahun 2018. Kasus pertama, BNNP mengamankan NS dan MBF (meninggal) dengan barang bukti sabu seberat 929,6 gram. Kedua tersangka diamankan di kawasan Suramadu.

Kasus kedua, BNNP mengamankan lima tersangka yakni AZ, AR, MH, H, dan I (meninggal). Mereka diamankan di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak pada 5 Januari 2018. Dari tangan mereka petugas berhasil tujuh bungkus sabu yang dikemas dengan bungkus susu dengan total berat sabu mencapai 7 kg.

Dan yang terakhir adalah kasus dengan tersangka Z yang diamankan di Terminal 2 kedatangan Internasional Bandara Juanda. Z menyelundupkan sabu dengan modus dimasukan dubur dan diketahui petugas saat melewati X-ray Bandara Juanda. Dari tersangka Z disita 140 gram sabu.

Ada 8 kg sabu yang dimusnahkanAda 8 kg sabu yang dimusnahkan (Foto: Deni Prastyo Utomo)

Sebelum dilakukan pemusnahan, barang bukti sabu terlebih dahulu dilakukan uji labfor dihadapan para awak media untuk memastikan barang-barang yang akan dimusnahkan tersebut asli. Pemusnahan sabu dilakukan dengan memasukkannya ke incinerator.

"Hari ini lebih dari 8 kilo kami musnahkan. Satu tangkapan merupakan hasil tangakapan akhir 2017. Sedangkan yang dua tangkapan pada tahun 2018 awal di Perak dan Juanda," kata Kepala BNNP Jawa Timur Brigjen Pol Bambang Budi Santoso saat rilis pemusnahan sabu di Kantor BNNP Jatim di Jalan Baratajaya, Gubeng, Rabu (7/2/2018).

[Gambas:Video 20detik]


Bambang mengatakan, barang bukti sabu seberat 8 kg tersebut bernilai lebih dari Rp 10 miliyar. "Totalnya sekitar Rp 10 miliar lebih sedangkan barang bukti sabu tersebut rata-rata dipasok dari Malayasia," ujarnya.

Atas perbuatannya kesembilan tersangka diancam dengan pasal 114 ayat (2) Subs 113 ayat (2) Subs Pasal 112 ayat (2) Undang-undang Republik Indonesia No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati. (iwd/fat)