Menurut ibunda Ridho, Nurfuatin, hal ini terjadi sejak putranya itu terinfeksi virus Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes simplex virus (TORCH).
Nurfuatin menjelaskan awal mula penyakit yang diderita Ridho ini karena banyaknya hewan peliharaan di rumahnya. Mulai dari kucing, burung dan ayam.
"Kucing itu kan kadang masuk kamar, tidur di kasur, kita yang tidak tahu," tuturnya kepada detikcom saat ditemui di rumahnya, Desa Tegalombo, Kecamatan Kauman, Selasa (6/2/2018).
Dia menambahkan saat lahir, tidak ada tanda-tanda adanya penyakit pada diri Ridho. Barulah ketika Ridho menginjak usia 4 bulan, putranya itu sering terkejut namun raut wajahnya tersenyum.
"Sebagai ibu saya kan khawatir. Periksa ke dokter anak. Menurut medis kena saraf otak," tambahnya.
Namun baru menginjak usia 5 tahun, Nurfuatin mengetahui apa penyakit yang diderita Ridho, yang tak lain adalah karena serangan virus TORCH.
Diduga virus ini menyerang Ridho berasal dari kucing. Seingatnya, saat Ridho masih dalam kandungan, banyak kucing liar yang masuk ke kamar dan naik ke kasurnya, bahkan saat dirinya tertidur. "Kita kan tidak tahu itu ada bekasnya kucing," imbuhnya.
Kini setiap bulan Nurfuatin harus mengantar Ridho ke RSUD Harjono, Ponorogo untuk memeriksakan kesehatan, sekaligus melakukan fisioterapi. Namun mereka terbentur masalah biaya. Ibu dua anak itu mengaku harus merogoh kocek hingga Rp 1 juta hanya untuk menebus obat Ridho.
Padahal untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Munawar, ayah Ridho, bekerja sebagai pedagang siomay. Sedangkan Nurfuatin hanya sebagai ibu rumah tangga.
"Tiap kali Ridho kejang hebat, penangananya sekarang hanya dipijat telapak kaki," ucapnya. (lll/fat)











































