DetikNews
Senin 05 Februari 2018, 16:05 WIB

Si Cece, Aplikasi Belajar Berhitung dari Lamongan

Eko Sudjarwo - detikNews
Si Cece, Aplikasi Belajar Berhitung dari Lamongan M Ali Alfian, pengembang aplikasi Si CECE. (Foto: Eko Sudjarwo)
Lamongan - Kegemaran bermain game online di kalangan pelajar belakangan makin mengkhawatirkan. Namun di sela-sela itu, ternyata masih ada sisi positif yang bisa diambil dari permainan ini.

Celah ini diambil oleh seorang guru asal Lamongan, M Ali Alfian. Berangkat dari keprihatinannya atas fenomena kecanduan game online yang melanda anak-anak usia sekolah, ia pun menciptakan sebuah aplikasi game online namun digunakan untuk belajar berhitung.

"Saya lihat anak-anak sekarang itu, pelajar, banyak yang main Mobile Legend. Game ini supaya untuk mengalihkan mereka dari game yang tidak bermanfaat itu," tutur guru SMK Muhammadiyah 1 Lamongan tersebut, Senin (5/2/2017).

Alfian pun menamai aplikasi ciptaannya dengan Si CECE atau akronim dari 'Aplikasi Cepat Cermat Berhitung".

Menurutnya, aplikasi bikinannya tersebut dapat dimanfaatkan oleh pelajar di semua tingkatan. "Manfaatnya bisa untuk pelajar mulai dari SD sampai SMA, pokoknya yang sudah bisa penjumlahan, pengurangan sama perkalian, jadi menambah kemampuan hitungnya," ujarnya.

Lebih lanjut, Alfian menambahkan, jika aplikasi Si CECE ini juga dapat meningkatkan konsentrasi pemainnya. "Ini di antaranya juga dapat membantu meningkatkan kecepatan dan fokus," ucapnya.

Untuk cara mainnya, sambung Alvian, ada multiple choice atau pilihan ganda dalam setiap soal yang disajikan Si CECE. "Langsung dijawab tapi waktunya hanya tiga detik. Semakin lama nanti ada penjumlahan pengurangan juga, sampai ada perkalian," urainya.

Di situlah sisi menarik yang dimiliki Si Cece, sebab sifatnya yang susah-susah gampang. "Kadang salah pencet, kadang waktunya kurang makanya harus fokus sama cepat dan cermat tadi, karena waktunya cuma 3 detik," kata Alfian.

"Sebenarnya ini sangat bermanfaat, apalagi kalau dipakai antar teman, banyak-banyakan, karena nanti ini skor terbaiknya di-save (simpan, red)," tambahnya.

Saat ditanya berapa lama proses pembuatan aplikasi ini, Alfian mengaku membutuhkan waktu kurang lebih satu bulan. "Proses pembuatannya, ada tiga tahap, yang pertama storyboard membuat jalan cerita, membuat karakter atau desain, yang ketiga membuat game engine biasanya sama membuat konselor," tuturnya.

Tak sia-sia, atas inovasinya membuat game online Si CECE ini, Alfian dinobatkan sebagai Kontributor Konten m-edukasi oleh Balai Pengembangan Multimedia Pendidikan dan Kebudayaan (BPMPK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan setelah mengikuti lomba Mobile Ki Hajar. "Beberapa aplikasi yang bagus itu ada yang diambil BPMP untuk dijadikan aplikasi mereka. Aplikasi yang saya kirim Si CECE berhitungnya dijadikan kontributor konten. Jadi artinya si CECE ini sudah dimiliki sana," ucap Alfian.

Setelah berkontribusi sebagai kontributor konten BPMPK, ke depan, Alvian berharap bisa bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Lamongan untuk mengembangkan atau memaksimalkan pendidikan berbasis gawai atau daring.

"Nah sekarang hampir semua anak-anak Lamongan itu baik itu dari SMP, SD itu sudah mempunyai smartphone. Kenapa kita tidak sediakan kontennya, misalnya untuk belajar berhitung, belajar geografi kita bisa membuat itu. Jadi Lamongan bisa membuat yang pertama untuk Android itu kan keren," pungkas Alfian.
(lll/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed