Salah satu rumah yang ambruk milik Ponimah (63). Menurut dia, angin kencang datang sekitar pukul 12.00 WIB. Sejurus kemudian, disusul hujan deras disertai petir.
"Saya ketakutan, pas sendirian di rumah. Angin menggulung gitu," kata Ponimah kepada wartawan di rumahnya, Kamis (1/2/2018).
Kencangnya sapuan angin, membuat separuh bangunan rumah Ponimah runtuh. Tembok dan atap rata dengan tanah. Beruntung korban berhasil menyelamatkan diri.
"Saya lari ke luar rumah, alhamdulillah tidak kena apa-apa," ujarnya.
Kasi Kesejahteraan Desa Sebani Suhartatok menjelaskan, datangnya angin cukup mengerikan. Menurut dia, angin menyerupai topan hitam yang berputar-putar turun dari langit menerjang perkampungan.
"Awalnya belum hujan, begitu angin, habis itu hujan," ungkapnya.
Menurut dia, terdapat 2 rumah warga Dusun Sebani yang ambruk akibat terjangan angin kencang. Sementara 3 rumah warga lainnya hanya rusak ringan di bagian atapnya.
"Kandang yang isinya 8 ribu ekor ayam juga rusak parah, ayam banyak yang mati," tandasnya.
Pasca kejadian, warga bergotong-royong membantu tetangganya yang rumahnya terdampak sapuan angin kencang. Ada yang membantu membetulkan genting yang berjatuhan, ada pula yang membantu membersihkan material rumah yang ambruk. (fat/fat)











































