One Gate System, Cara Polisi Gresik Berantas Calo SIM

Deni Prastyo Utomo - detikNews
Selasa, 30 Jan 2018 19:13 WIB
One gate system diterapkan sejak pintu gerbang (Foto: Deni Prastyo Utomo)
Gresik - Polres Gresik punya cara ampuh meniadakan calo SIM di Satuan Penyelenggara administrasi (Satpas) Sat Lantas Polres Gresik. One gate system adalah jawabannya.

"Kami terapkan one gate system, jadi hanya pemohon SIM yang bisa masuk," ujar Kasat Lantas Polres Gresik AKP Wikha Ardhilestanto kepada wartawan saat launching Creative Augmented Reality Education (cARe) di Satpas Sat Lantas Polres Gresik, Selasa (30/1/2018).

Wikha mengatakan, penerapan one gate system dimulai sejak di gerbang depan. Di situ, petugas jaga akan mengetahui apakah seseorang benar-benar pemohon SIM ataukah calo ataukah orang yang tidak berkepentingan.

Bila dipastikan bahwa seseorang adalah pemohon SIM, maka dia harus menukarkan KTP-nya dengan sebuah ID card khusus. ID card itu nantinya berfungsi sebagai kunci untuk membuka pintu ruang pelayanan.

"ID card yang kami buat ini menggunakan teknologi Radio Frequency Identification (RFID) yang berfungsi untuk membuka pintu otomatis di pelayanan SIM di Satpas Polres Gresik," kata Wikha.

Wikha menceritakan bahwa sebelum diterapkan one gate system, ia pernah menemui praktik percaloan di Satpas.

ID card yang diberikan di pintu gerbang digunakan untuk membuka pintu pelayananID card yang diberikan di pintu gerbang digunakan untuk membuka pintu pelayanan (Foto: Deni Prastyo Utomo)

"Sebelum kami menerapkan one gate system, beberapa kali ketemu dengan calo. Beberapa yang berhasil kita amankan mengaku tidak beroperasi di sini. Dia mengambil di sini tapi dikerjakan ditempat lain. Karena waktu itu kami masih belum menerapkan one gate system," lanjut Wikha.

Sebelum penerapan one gate system, memang masih banyak ditemui orang yang tidak berkepentingan mengurus SIM ikut masuk ke ruang pelayanan dan pembuatan SIM.

"Orang yang keluar masih liar dan dan tidak bisa difilter. Orang ini mau ngapain. Dengan mengunakan sistem ini kini kami bisa memisahkan mana orang-orang yang berkepentingan mengurus SIM atau tidak," jelas Akpol lulusan tahun 2007 ini.

"Penerapan one gate system sangat efektif. Ada dua filter masuk. Yang pertama di portal depan harus tukar KTP untuk mendapatkan ID Card kemudian pintu masuk ke gedung pelayanan tidak bisa sembarangan orang yang mendapatkan ID Card baru bisa masuk ke Gedung pelayanan, pengantarnya pun kami sediakan tempat di luar," tandasnya.

Dalam satu hari terdapat 150 pemohon SIM baru di Satpas Polres Gresik baik itu SIM C dan SIM A. Sedangkan angka kelulusan tak kurang dari 20 pemohon SIM. (iwd/bdh)