DetikNews
Selasa 30 Januari 2018, 12:20 WIB

Diverifikasi KPU, Whisnu Protes Namanya Hilang dari Anggota PDIP

Zaenal Effendi - detikNews
Diverifikasi KPU, Whisnu Protes Namanya Hilang dari Anggota PDIP Foto: Zaenal Effendi
Surabaya - Nama Whisnu Sakti Buana tidak tercantum dalam data kepengurusan PDIP Surabaya yang dicetak KPU dari data Sistem Informasi Partai Politik (SIPOL).

Hilangnya nama Whisnu diketahui saat proses verifikasi faktual hari pertama terkait keanggotaan yang dilakukan KPU Kota Surabaya di Kantor DPC PDIP Surabaya, Jalan Kapuas, Selasa (30/1/2018).

Whisnu yang merupakan Ketua DPC PDIP Kota Surabaya pun langsung melayangkan protes pada 3 petugas sekertariat KPU Kota Surabaya yang datang melakukan verifikasi faktual.

"Saya protes ini, kenapa nama saya tidak ada dalam dokumen KPU yang dicetak dari SIPOL. Padahal, dulu saat pendaftaran ke KPU, semua nama pengurus termasuk saya dan anggota PDIP, sesuai jumlah yang diperlukan," kata Whisnu.

Ia juga meminta petugas KPU untuk membuka data SIPOL untuk mencari tahu data yang ada di dalam sistem tersebut.

Selain mencari tahu kenapa namanya hilang dari data keanggotaan, Whisnu juga menemukan beberapa nama pengurus tingkat kecamatan yang mengalami hal sama, hilang.

"Coba Mbak, dibuka data SIPOL-nya. Saya meragukan keamanan data di SIPOL karena faktanya terjadi perubahan," pinta Whisnu yang juga Wakil Wali Kota Surabaya ini pada petugas KPU.

Ketiga petugas itu pun menjawab permintaan Whisnu. "Maaf Pak, kami tidak punya otoritas membuka data SIPOL. Kami hanya verifikasi sesuai data yang tercetak," jawab petugas KPU.

Selain nama Ketua PDIP Surabaya hilang dari daftar keanggotaan, PDIP juga menemukan penambahan angka 1 pada nomor KTA PDIP yang dicetak dari SIPOL. "Penambahan satu angka itu berbeda dari nomor faktual yang tertera dalam KTA PDIP," tambah Whisnu.

Untuk mempercepat dan memperlancar verifikasi, akhirnya Whisnu Sakti Buana meminta sekretariat PDIP untuk mencetak ulang KTA PDIP, menyesuaikan dengan dokumen data yang tercetak dari SIPOL.

Kekesalan Whisnu dan beberapa pengurus akan disampaikan pada verifikasi faktual hari kedua tentang kepengurusan yang akan dilakukan sendiri oleh Komisioner KPU Kota Surabaya.

"Secara pribadi, saya merasa tidak jenak karena data saya hilang dari SIPOL. Makanya saya minta ke pengurus untuk mencetak semua KTA untuk dicocokkan dengan SIPOL," pungkas Whisnu.
(ze/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed