Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Muhammad Solikhin Fery mengatakan, identitas korban diketahui dari alat scan sidik jari Mambis. Namun untuk memastikannya, pihak keluarga didatangkan untuk mengidentifikasi korban di kamar jenazah RSUD Prof Dr Soekandar, Mojosari.
Benar saja, korban adalah Miftachul Huda, warga Dusun Sawahan, Desa/Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro.
"Benar, korban adalah MH, warga Bojonegoro. Keluarga sudah mengidentifikasi," kata Fery kepada wartawan di kantornya, Jalan Gajah Mada, Mojosari, Senin (29/1/2018).
Ditemui di kamar jenazah RSUD Prof Dr Soekandar, kakak kandung korban Sri Utami (42) mengaku mendapat kabar kematian Huda dari Polres Mojokerto. "Polisi telepon keluarga jam 9 pagi tadi (pukul 09.00 WIB), keluarga diminta ke rumah sakit katanya Huda kecelakaan," ujarnya.
Keluarga korban pembunuhan mendatangi kamar mayat/ Foto: Enggran Eko Budianto |
Sampai di kamar jenazah, Sri dan salah satu keponakannya diminta untuk mengenali jenazah korban. Sri datang bersama saudara kandung, keponakan dan ibu korban.
Baca Juga: Geger Penemuan Mayat Pemuda di Parit dengan Luka Bacok di Wajah
"Itu sudah pasti jenazah Huda, saya mengenali dari adanya tanda lahir di dada kiri dan wajahnya," ungkapnya.
Sri menjelaskan, Huda merupakan anak terakhir dari 6 bersaudara pasangan Suyati (67) dan almarhum Sanadi. Korban mempunyai istri Lusi Rahmawati dan seorang anak perempuan yang kini berusia 11 tahun atau kelas 4 SD.
Sehari-hari, Huda bekerja sebagai tukang las di bengkel las pagar rumah yang terletak di Desa Canggu, Jetis, Mojokerto. Sejak 2 minggu terakhir, korban tinggal bersama istrinya di Desa Perning, Jetis. Sang istri bekerja di pabrik plastik Wringinanom, Gresik.
"Sempat empat tahun pisah ranjang sama istrinya, tapi dua minggu terakhir sudah tinggal serumah. Itu rumah yang dia beli bersama istrinya," terangnya.
Huda ditemukan tewas oleh warga di parit Dusun Kedawung Wetan, Desa Mojoranu, Sooko, Mojokerto sekitar pukul 06.00 WIB. Korban tewas dengan luka bacok di wajah. (fat/fat)












































Keluarga korban pembunuhan mendatangi kamar mayat/ Foto: Enggran Eko Budianto