DetikNews
Senin 29 Januari 2018, 14:05 WIB

Sempat Hilang, Desa Sendi di Mojokerto akan Muncul Kembali

Enggran Eko Budianto - detikNews
Sempat Hilang, Desa Sendi di Mojokerto akan Muncul Kembali Salah satu bangunan di Desa Sendi (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto - Desa Sendi yang selama puluhan tahun tak diakui pemerintah kini mendapat perhatian khusus dari Pemkab Mojokerto. Bupati telah membentuk pemerintahan sementara di desa yang berada di Kecamatan Pacet ini. Bahkan, bantuan keuangan (BK) sebesar Rp 3 miliar telah disiapkan untuk Desa Sendi.

Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan surat keputusan (SK) penunjukan pelaksana tugas (Plt) Kades Sendi. Selain itu, tapal batas Desa Sendi juga telah dibuatkan.

Menurut dia, pembentukan Sendi menjadi sebuah desa, kini menunggu pengesahan dari Pemprov Jatim dan Kementerian Dalam Negeri.

"SK dari kami sudah kami buatkan. Makanya kalau surat resmi dari provinsi dan pusat sudah, maka tinggal kami resmikan," kata Mustofa di rumah dinasnya, Jalan Ahmad Yani, Kota Mojokerto, Senin (29/1/2018).

Sempat hilang, Desa Sendi di Mojokerto Akan Muncul KembaliPeta Desa Sendi di zaman Belanda (Foto: Enggran Eko Budianto)

Upaya pembentukan Sendi menjadi sebuah desa, lanjut Mustofa, juga diikuti dengan penyiapan anggaran pembangunan. Dia mengaku telah menyiapkan BK desa Rp 3 miliar khusus Desa Sendi.

"Saya putuskan ada bantuan keuangan untuk Desa Sendi Rp 3 miliar, rencana tahun ini, tinggal nanti melengkapi administrasi lainnya," terangnya.

Sendi terletak di lereng Gunung Welirang di sebelah selatan Desa/Kecamatan Pacet. Kampung ini berada di jalur wisata Pacet-Cangar (Kota Batu). Nama Sendi dikenal masyarakat dengan kuliner nasi jagung dan jalur rawan kecelakaan.

Pada zaman penjajahan Belanda, sekitar tahun 1912, Sendi merupakan sebuah desa yang lengkap dengan aparat pemerintah desanya. Sendi kala itu menjadi salah satu desa di wilayah Distrik Djaboeng, Regentschap Mojokerto, Recidentie Soerabaja. Berdasarkan keterangan para saksi hidup, luas wilayahnya mencapai 212 hektare.

Baca juga: Sendi, Sebuah Desa di Mojokerto yang Hilang

Desa Sendi terkenal dengan nasi jagungnyaDesa Sendi terkenal dengan nasi jagungnya (Foto: Enggran Eko Budianto)

Menurut cerita turun-temurun, Desa Sendi ada sejak tahun 1600 masehi. Eksistensi Desa Sendi juga dibuktikan dengan dokumen kretek atau buku teritorial Desa Sendi yang dikeluarkan pemerintah kolonial Belanda tahun 1915. Dokumen tersebut menyebutkan luas Desa Sendi 68 hektare.

Selain itu, keberadaan Desa Sendi juga dibuktikan dengan adanya tanah ganjaran para perangkat Desa Sendi seluas 6 hektare. Tanah tersebut tercatat dalam lansiran buku C Desa Pacet tahun 1975. Oleh pemerintah, pengelolaan lahan tersebut sampai saat ini dititipkan di Desa Pacet dan disebut sebagai tanah ganjaran eks Desa Sendi.

Namun, nama Desa Sendi lenyap dari wilayah Administrasi Kabupateh Mojokerto. Di dalam Permendagri No 56 Tahun 2015 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan, nama Sendi tak termasuk dalam 299 desa dan 5 keluarahan di Kabupaten Mojokerto. Wilayah eks Desa Sendi juga tidak menjadi bagian desa lainnya.

Saat ini wilayah Sendi dihuni 50 kepala keluarga (KK) atau sekitar 86 jiwa. Mereka merupakan keturunan penduduk asli sendi zaman pra kemerdekaan. Penduduk yang menetap di kampung ini mayoritas mencari nafkah dengan berkebun di lahan Perhutani dan menjual nasi jagung.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed