Yuk, Intip Kreasi Baru Pembuatan Onde-onde Pelangi di Mojokerto

Enggran Eko Budianto - detikNews
Kamis, 25 Jan 2018 07:45 WIB
Onde-onde pelangi/Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto - Kue onde-onde ini memang sangat lezat dinikmati kapan saja dan dimana saja. Pedagang pun selalu membuat kreasi-kreasi unik dan menggoda. Onde-onde khas Kota Mojokerto pun sering diburu meski hanya sekadar untuk oleh-oleh.

Kreasi pun terus bermunculan. Seperti onde-onde pelangi buatan Nida Darmawanti (23). Selain tampilannya lebih menarik, kue khas Mojokerto ini banyak diminati dan harganya terjangkau. Proses pembuatan kuliner ini juga cukup mudah.

Ditemui di rumahnya, Dusun Sambiroto gang 9, Desa Sambiroto, Sooko, Nida menunjukkan proses pembuatan onde-onde pelangi ini. Hanya ada tiga tahap pembuatan, yakni memasak isian, kulit dan penggorengan.

Untuk isian, Nida menggunakan campuran kacang hijau, santan kental dan gula pasir. Tak lupa dia menambahkan daun pandan dan salam untuk pengharum alami. Bahan-bahan ini dimasak menjadi satu hingga menjadi adonan yang kental.

"Cukup dimasak sekitar 15 menit sampai kalis, supaya mudah dibentuk," kata gadis lulusan Universitas Brawijaya Malang jurusan Kimia ini kepada detikcom, Kamis (25/1/2018).

Setelah masak, isian tersebut dibentuk menjadi bulatan-bulatan. Baru kemudian menyiapkan kulit onde-onde. Untuk membuatnya dibutuhkan tepung ketan, gula pasir, kentang, pengharum makanan dan air hangat. Semua bahan itu dicampur dan diaduk hingga menjadi adonan yang kenyal.

Onde-onde pelangi khas Kota Mojokerto/Onde-onde pelangi khas Kota Mojokerto/ Foto: Enggran Eko Budianto


Agar menjadi onde-onde dengan beragam warna, adonan kulit tersebut bisa diberi pewarna makanan sesuai selera. Selanjutnya adonan dipipihkan untuk membungkus isian onde-onde. Baru dibubuhkan biji wijen yang menjadi ciri khas kue tradisional ini.

"Saya selalu menggunakan kentang untuk adonan kulit onde-onde supaya lebih kenyal, kalau tak pakai kentang kulitnya lebih alot," ujarnya.

Setelah ditaburi wijen, onde-onde siap digoreng dan disajikan. Nida mengaku belajar autodidak untuk membuat onde-onde pelangi. Bisnis kuliner ini baru dia tekuni sebulan terakhir.

Kendati begitu, peminat kreasi onde-ondenya sudah membludak. Dalam sepekan, tak kurang dari 500 onde-onde harus dia buat untuk memenuhi pesanan pelanggannya.

"Saya pasarkan melalui media sosial, untuk sementara pemesan dari lokal Mojokerto," terangnya.

Selain tampilannya yang unik, harga onde-onde pelangi buatan Nida cukup ramah di kantong. Untuk satu kotak berisi 6 onde-onde, anak pertama dari dua bersaudara pasangan Darmaji (47) dan Siti Zulaikah (43) ini menjualnya Rp 8 ribu. Di tempat lain, satu kotak berisi 10 onde-onde dipatok Rp 45 ribu.

"Selain kacang hijau, untuk isian ada pilihan rasa cokelat. Warnanya juga bisa dipilih, tergantung pesanan pelanggan," tandasnya. (fat/fat)