DetikNews
Selasa 23 Januari 2018, 20:45 WIB

Peristiwa

Matinya Puluhan Ekor Ayam di Mojokerto Karena Penyakit Newcastle

Enggran Eko Budianto - detikNews
Matinya Puluhan Ekor Ayam di Mojokerto Karena Penyakit Newcastle Puluhan ayam yang mati di Mojokerto karena penyakit Newcastle (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto - Puluhan ekor ayam kampung di Kota Mojokerto mati secara misterius dipastikan bukan akibat flu burung. Pemerintah setempat memastikan kematian ayam-ayam ini akibat terjangkit penyakit Newcastle (Newcastle Disease).

"Setelah kami lakukan rapid tes terhadap sampel bangkai ayam, negatif AI (avian influeza) atau Flu Burung, tapi positif ND (Newcastle Desase)," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Mojokerto Happy Dwi Prastiawan saat dihubungi detikcom, Selasa (23/1/2018).

Dia menjelaskan, rapid tes merupakan pengujian sampel lendir (swap) tenggorokan dan kloaka bangkai ayam menggunakan alat pendeteksi virus flu burung. Selain mengacu hasil tes tersebut, kepastian penyebab kematian puluhan ayam kampung milik warga ini juga terlihat dari gejala klinis ayam yang mati.

Baca juga: Puluhan Ekor Ayam Kampung di Kota Mojokerto Mati Misterius

"Gejala kasat mata leher ayam terpuntir, terjadi kelumpuhan, tak ada nafsu makan. Kalau sudah akut biasanya langsung mati, hampir sama dengan AI, juga keluar lendir dari mulut ayam, lendir tersebut berbau tak sedap kalau sudah 3 jam matinya," ujarnya.

Menurut Happy, penyakit Newcastle disebabkan oleh virus Paramyxovirus. Tingkat kematian unggas yang terjangkit penyakit ini mencapai 80 %, sedangkan tingkat penularan ke unggas yang lain mencapai 60 %.

"Penularan antar ayam melalui tempat makan, minum, melalui udara juga bisa karena penyebabnya virus. Namun, sifatnya tidak menular ke manusia. Selama ini belum ada kasus ND menular ke manusia," terangnya.

Tingginya peluang kematian ayam yang terjangkit penyakit ini, kata Happy, harus dilakukan upaya pencegahan penularan. Sejauh ini, pihaknya sudah menyemprotkan desinfektan dengan radius 100 meter dari tempat ditemukannya ayam yang mati mendadak. Selain itu vaksin ND juga diberikan ke ayam-ayam milik warga yang masih hidup.

"Dalam merawat ayam-ayam ini warga kurang sesuai, banyak dibebaskan di tempat-tempat yang kotor sehingga kesehatan unggas tak terjaga. Setelah ada yang mati, bangkai dibuang di kubangan dekat rumah. Bangkainya bisa menyebarkan virus. Kami imbau warga membakar atau mengubur ayam yang mati minimal di kedalaman 50 cm," tandasnya.

Lebih dari 20 ayam kampung milik warga RT 4 Lingkungan Gununganyar, Kelurahan Gunung Gedangan, Magersari, Kota Mojokerto mati mendadak. Kejadian ini berlangsung sejak Sabtu (6/1). Hal ini membuat warga resah lantaran khawatir tertular virus berbahaya yang menyerang ayam tersebut.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed