DetikNews
Selasa 23 Januari 2018, 20:11 WIB

Basarnas Gelar Operasi Penyelamatan Kapal di Samudera Hindia

Adhar Muttaqin - detikNews
Basarnas Gelar Operasi Penyelamatan Kapal di Samudera Hindia Foto: Adhar Muttaqin
Trenggalek - Badan SAR Nasional melakukan operasi penyelamatan terhadap kapal nelayan berisi puluhan anak buah kapal (ABK) yang mengalami kerusakan mesin di Samudera Hindia. Rencananya kapal akan digiring menuju Pantai Popoh Tulungagung.

Koordinator Pos Basarnas Trenggalek, Asnawi Suroso mengatakan, kapal jenis porseine KM Astro Sari GT 126 No847/QA mengalami permasalahan pada mesin saat berada di selatan Yogyakarta. Sedangkan jumlah pasti ABK yang ada di dalamya masih simpang siur antara 32 dan 35 orang.

"Kapal itu mulai mengalami rusak mesin sejak 18 Januari, kemudian mengirimkan sinyal darurat melalui radio komunikasi HF 11270 MHz dan ditangkap oleh Bankom Nasional RAPI, kemudian diteruskan ke Basarnas," katanya saat dihubungi detikcom melalui sambungan telepon, Selasa (23/1/2018).

Menurutnya, KM Astro Sari tersebut tidak sampai mengalami 'black out' mati mesin, namun mengalami 'trouble', sehingga kapal nelayan dari Jakarta itu hanya mampu melaju dengan kecepatan maksimal 2 knot/jam.

Dijelaskan, terkait kejadian tersebut pihaknya langsung bergerak, untuk mendirikan posko di Prigi Trenggalek dan menyiapkan peralatan berupa kapal Sea Rider serta menyiapkan alat komunikasi dengan frekuensi HF sesuai dengan yang dimiliki oleh kapal Astro.

"Alhamdulillah dengan alat tersebut kami bisa berkomunikasi, kemudian kami juga menyebar informasi kepada potensi Sar yang ada di pesisir selatan, mulai dari TNI AL, Polair, Syahbandar hingga para nelayan," ujarnya.

Hasilnya, pihaknya mendapatkan informasi dari Popoh Tulungagung, jika kapal yang berada di dekat KM Astro Sari adalah KM Aquarius. Kapal tersebut saat ini terus mendampingi dan menggiringnya ke Pantai Popoh.

"Akhirnya kami memutuskan untuk bergeser ke Popoh hingga saat ini. Yang kami lakukan sejak semalam itu adalah memantau percakapan komunikasi dari kapal tersebut secara delay, karena tidak bisa berbicara langsuung," imbuhnya.

Dijelaskan, saat ini pihaknya melakukan pemantauan melalui dua stasiun radio komunikasi dari Pos Pengamat TNI AL di Popoh serta melalui anggota RAPI di kawasan Bolo Tulungagung.

Asnawi menjelaskan, saat ini posisi kapal sedang bergerak menuju Popoh dengan dipandu KM Aquarius. Posisi terakhir yang dihimpun Basarnas, kapal tersebut berada di 60 mil dari Pantai Popoh. Diprediksi, kapal tersebut membutuhkan waktu sekitar 30 jam untuk bisa sampai di dermaga Popoh.

"Selain memantau dari radio, kami tadi juga sempat mencoba bergerak untuk mencoba ke tengah, ternyata cuacanya sedang butuk dan gelombang tinggi. Akhirnya demi keamanan kami kembali dan menunggu di Posmat TNI AL dulu," imbuhnya.

Lebih lanjut pihaknya menjelaskan, untuk kondisi seluruh ABK dalam keadaan sehat dan tidak mengalami kekurangan logistik, karena mereka telah mempersiapkan kebutuhan selama melaut dengan baik," imbuhnya.
(bdh/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed