Harga Beras di Lamongan Naik, Pedagang Minta Pemerintah Tidak Impor

Eko Sujarwo - detikNews
Selasa, 23 Jan 2018 18:06 WIB
Petani di Lamongan Saat Panen Padi/Foto: Eko Sujarwo
Lamongan - Harga beras di Lamongan mengalami kenaikan. Namun kenaikan ini dianggap para pedagang dalam taraf wajar. Alasannya, selain karena cuaca buruk, kenaikan harga beras diperkirakan akan segera normal karena akan memasuki masa panen raya.

Salah satu pedagang beras di Pasar Baru Lamongan, Hj Muslikhah mengakui kalau saat ini harga beras di Lamongan memang mengalami kenaikan.

Meski ada kenaikan, Muslikhah mengaku, kalau kenaikan tersebut masih wajar karena memang belum musim panen. "Selama ini saya mengambil beras Lamongan, dan tidak pernah kekurangan stok untuk kulakan beras," kata Muslikhah, Selasa (23/1/2018).

Muslikhah juga mengatakan, biasanya harga beras akan turun sendiri kalau sudah memasuki panen, sehingga tidak perlu untuk mengimpor beras dari luar negeri.

Saat ini, beras kualitas medium tidak ada kenaikan harga. Di Pasar Sidoharjo dan Pasar Mantup harga beras Rp 10 ribu perkilogram. Sedangkan di Pasar Babat Rp 9.500 perkilogram dan di Pasar Blimbing dijual dengan harga Rp 11 ribu perkilogram.

Sementara, data dari Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Lamongan menyebutkan, harga gabah kering giling saat ini antara Rp 6.200 – Rp 6.400 perkilogram.

Sedangkan, panen padi Lamongan tahun 2017 mencapai hampir 1,1 juta ton Gabah Kering Giling (GKG). Dengan memperhitungkan gabah itu untuk kebutuhan bibit dan konsumsi, Lamongan masih surplus sekitar 700 ribu ton gabah atau setara dengan surplus 460 ribu ton beras.

Sementara di tahun 2018, sampai dengan Bulan April saja diperkirakan akan ada 58.455 hektare padi yang dipanen. Dengan produktivitas tahun 2017 yang mencapai 6,9 kwintal perhektare, pada April nanti diperkirakan Lamongan akan sanggup memproduksi hingga 403.399 ton GKG.

Di kesempatan lainnya, Bupati Lamongan, Fadeli kembali menyatakan penolakan beras impor masuk Lamongan. Fadeli menyebut, kenaikan harga beras tidak akan berlangsung lama, seiring dengan sudah dimulainya panen di sejumlah tempat.

Fadeli menyatakan, tidak ada urgensinya impor beras masuk ke Lamongan yang surplus beras. "Biarkanlah petani kita menikmati kemakmuran. Toh kenaikan harga ini tidak akan berlangsung lama. Nanti juga akan turun dengan sendirinya (ketika panen)," ujar Fadeli saat peresmian Musala Madinah Koramil 0812/01 Lamongan. (bdh/bdh)