Mantan Napiter Dapat Bantuan Wirausaha dari Polres Lamongan

Eko Sudjarwo - detikNews
Selasa, 23 Jan 2018 15:40 WIB
Foto: Eko Sudjarwo
Lamongan - Salah satu mantan napi terorisme (Napiter) asal Lamongan mendapat bantuan wirausaha dari polisi. Mantan napiter yang baru keluar dari Lapas Klas IIA Lamongan ini bernama Toni Saronggalo. Pria yang bebas pada 27 Desember 2017 lalu melanjutkan usahanya berdagang ayam.

Toni pun mendapat bantuan alat bubut bulu ayam sebagai penunjang usahanya. Alat bubut bulu ayam tersebut diserahkan langsung Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung ke Toni Sarunggalo disaksikan oleh ketua Yayasan Lingkar Perdamaian, Ali Fauzi.

"Saya berterima kasih dan merasa senang, semoga alat bantuan dari Polres Lamongan ini menjadi berkah," tutur Toni kepada wartawan usai menerima bantuan alat dari polisi di halaman Mapolres Lamongan, Selasa (23/1/2018).

Toni mengakui jika dirinya kembali berprofesi sebagai pedagang daging ayam sebelum ditangkap. dengan bantuan alat tersebut, memudahkan dirinya berwirausaha.

"Mudah-mudahan alat ini bisa membantu pekerjaan saya yang selama ini ribet karena harus bolak-balik Lamongan-Glagah hanya untuk mbubuti ayam," tegas Toni.

Toni yang kini tinggal di Kecamatan Glagah mengaku, usahanya berdagang daging ayam ini sempat terhenti saat ditangkap Densus 88 dan mendekam di tahanan selama lebih kurang 2 tahun. Kidi daging ayamnya dijual keliling sekitar Kecamatan Glagah.

"Hasilnya lumayan mas, 1 hari saya bisa habis 25 ekor ayam," tambahnya, sembari berharap agar setelah menerima bantuan alat usahanya bisa lebih maksimal lagi.

Sementara Ketua Yayasan Lingkar Perdamaian, Ali Fauzi gembira karena Toni sudah bisa move on dan memulai wirausahanya. "Mudah-mudahan apa yang dilakukan Polres Lamongan ini bisa menjadi contoh kegiatan deradikalisasi bagi polres lainnya di Indonesia," kata Ustadz Ali Fauzi.

Kapolres Lamongan, AKBP Feby DP Hutagalung mengataka, apa yang dilakukan bentuk pembinaan terhadap mantan napiter agar para mantan napiter ini bisa diberdayakan. "Kebetulan Toni ini berusaha di daging ayam, sehingga apa yang kami bantu ini semoga bisa berguna," terang Feby.

Bantuan alat ini, jelas Toni, salah satu bentuk kerjasama kepolisian Lamongan dengan Yayasan Lingkar Perdamaian yang selama ini membina para mantan napiter.

"Kami berharap, ke depan kerjasama ini akan kami tingkatkan lagi dengan bentuk yang lain," ungkap Feby. (fat/fat)