DetikNews
Senin 22 Januari 2018, 17:18 WIB

Peristiwa

Rumah Tiga Mbah-mbah di Ponorogo yang Viral Mulai Diperbaiki

Charolin Pebrianti - detikNews
Rumah Tiga Mbah-mbah di Ponorogo yang Viral Mulai Diperbaiki Foto: Charolin Pebrianti
Ponorogo - Usai viral di medsos beberapa waktu lalu, kini rumah tiga mbah-mbah di Ponorogo, yang tinggal di gubuk reyot mulai diperbaiki. Penghuninya yakni Mbah Sukir (100), Mbah Brontok (110) dan Mbah Sarno (95) warga Dusun Ngadirogo Wetan, Desa Blembem, Kecamatan Jambon.

Salah satu perangkat Desa Blemben, Sugeng membenarkan rumah tiga bersaudara itu diperbaiki. Adalah yayasan berinisiatif memperbaiki rumah tersebut menjadi layak huni. Mulai dari melapisi lantai rumah yang sebelumnya tanah, kini dilapisi semen.

Baca Juga: Viral, Tiga Mbah-mbah Ini Tinggal Satu Atap dan Sakit-sakitan

"Dinding bambu (Gedek,red) yang bolong-bolong ditambal serta pembangunan kamar mandi di teras," kata Sugeng kepada detikcom di lokasi, Senin (22/1/2018).

Meski dananya dari yayasan, warga secara bergotong-royong membangun rumah milik ketiganya secara swadaya. Mereka (para warga,red) bahkan rela hujan-hujanan agar pekerjaan ini cepat selesai.

Baca Juga: Tak Punya Anak, Begini Keseharian Tiga Mbah-mbah di Ponorogo

"Mereka melakukannya dalam satu hari, cepat sekali kerjanya karena gotong royong," jelasnya.

Rumah mbah di Ponorogo diperbaiki/Rumah mbah di Ponorogo diperbaiki/ Foto: Charolin Pebrianti


Diharapkan dengan sedikit perubahan rumah ini bisa membuat ketiga mbah-mbah tersebut nyaman tinggal di dalamnya. "Soalnya ketiganya tidak mau ke panti jompo, jadi terpaksa tetap di sini sembari dirawat warga," ujarnya.

Sementara itu sumbangan yang saat ini terkumpul dari berbagai orang berupa sembako. Seperti beras, gula, telur, mie dan roti-roti. Bantuan itu dititipkan ke salah satu tetangganya, Katinem yang selama ini memberikan makan ke ketiga mbah tersebut.

"Kalau sumbangan berupa uang langsung dipegang sama Mbah Kakung (Mbah Sukir,red) sendiri, saya tidak tahu," jelas Sukinem.

Baca Juga: Tetap Romantis, Begini Kemanjaan Mbah Brontok dan Mbah Sukir

Mbah Sukir (100), Mbah Brontok (110) dan Mbah Sarno (95) warga Ponorogo, hidup memprihatinkan. Bagaimana tidak, mereka tinggal di rumah berukuran 8x6 meter persegi dan berlantai tanah.

Saat hujan, bau tanah mengeluarkan bau menyengat air kencing. Ketiganya tak mampu lagi melakukan aktivitas. Jika ingin buang air, mereka melakukannya di dalam rumah. Apalagi, rumah berdinding bambu reyot, banyak lubang dan genting bocor itu selalu terkena air saat hujan. Tentu saja bau pesing air kencing menyeruak di seluruh rumah.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed