DetikNews
Minggu 21 Januari 2018, 21:29 WIB

Diaspora Banyuwangi Diharapkan Jadi Duta Pembangunan Daerah

Ardian Fanani - detikNews
Diaspora Banyuwangi Diharapkan Jadi Duta Pembangunan Daerah Bupati Anas di tengah warga Bnayuwangi yang ada di Papua (Foto: istimewa)
Banyuwangi - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menghadiri acara temu kangen Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) Papua, di Jayapura. Temu kangen dihadiri para warga Banyuwangi yang sudah hijrah ke Papua sejak 30 tahun lalu. Saat ini, ada sekitar 11 ribu warga Banyuwangi yang tinggal di Provinsi Papua.

"Ikatan kekeluargaan warga Banyuwangi sangat kuat. Meski sudah puluhan tahun meninggalkan Banyuwangi, rasa cinta Banyuwangi-nya bukannya surut atau hilang, melainkan tambah membesar. Kita semua bangga," ujar Anas, dalam rilis yang diterima detikcom, Minggu (21/1/2018).

Acara temu kangen juga dihadiri Staf Khusus Gubernur Ikick Sisworo, Wakil Walikota Jayapura Rustan Saru, Wakil Bupati Jayapura Giri Wijayantoro, anggota Masyarakat Rakyat Papua Victor Tony Wanggai dan Ketua Ikawangi Papua Sarminanto. Sekitar tiga ribu warga asal Banyuwangi yang tinggal di Jayapura juga ikut bersilaturahim bersama.

Anas mengatakan, para warga asal Banyuwangi di mana pun berada atau yang biasa disebut diaspora Banyuwangi adalah bagian penting kemajuan daerah. Mereka bisa menjadi duta pemasaran bagi wisata dan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Misalnya, produk UMKM Banyuwangi dikirim ke sini lalu dipasarkan. Tentu harus dipetakan pasarnya, mana yang cocok dan dibutuhkan di sini. Kalau ini dilakukan, artinya bapak/ibu turut membantu pembangunan Banyuwangi," jelas Anas.

Secara khusus, Anas meminta agar warga Banyuwangi turut membangun Papua yang kini terus maju pesat seiring beragam program yang digerakkan pemerintah pusat dan provinsi.

"Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Untuk itu, tak ada kata lain, warga Banyuwangi wajib mendukung pembangunan Papua, apalagi sekarang Presiden Jokowi menaruh perhatian luar biasa besar ke Papua," kata Anas.

Dalam kesempatan itu, Anas memaparkan sejumlah pengembangan Banyuwangi dalam lima tahun terakhir. Di antaranya perkembangan bandara yang lonjakan penumpangnya mencapai lebih dari 1.300 persen.

Di Banyuwangi juga telah berdiri sejumlah perguruan tinggi negeri. Di antaranya Universitas Airlangga yang telah membuka kampus di Banyuwangi dengan empat fakultas, dan kini jumlah mahasiswanya telah mencapai 900 orang dari 19 provinsi. Dalam tiga tahun ke depan, seiring penambahan jurusan dan fakultas, jumlah mahasiswa diprediksi mencapai 5.000 orang.

Di bidang kesehatan, Anas menyampaikan kinerja RSUD Blambangan Banyuwangi yang sudah naik kelas menjadi Tipe B,.

"Beberapa penyakit yang dulu harus dirujuk ke Surabaya, sekarang sudah bisa ditangani di Banyuwangi. Sebentar lagi juga sudah bisa pasang ring jantung di Banyuwangi, tidak perlu ke Surabaya lagi," kata Anas.

Acara temu kangen berlangsung meriah dengan penampilan tarian Gandrung dan musik khas Banyuwangi.

"Kami juga mengangkat Staf Khusus Gubernur, Wawali Jayapura, Wabup Jayapura, dan anggota Masyarakat Rakyat Papua sebagai warga kehormatan Banyuwangi dengan melilitkan batik Banyuwangi di pinggang mereka," ujar Ketua Ikawangi Papua, Sarminanto.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed