DetikNews
Sabtu 20 Januari 2018, 15:59 WIB

Politik

KPU Banyuwangi Lakukan Coklit, Rumah Tokoh Politik Jadi Sasaran

Ardian Fanani - detikNews
KPU Banyuwangi Lakukan Coklit, Rumah Tokoh Politik Jadi Sasaran Saat petugas melakukan coklit (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi menggelar pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih secara serentak. Beberapa tokoh politik di Banyuwangi, menjadi sasaran pencocokan dan penelitian daftar pemilih untuk pilkada serentak yang digelar tahun ini.

Salah satunya, adalah di rumah Ketua DPRD Banyuwangi, Made Cahyana Negara. Petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) yang didampingi komisioner KPU, Edi Saiful Anwar, melakukan pencocokan data milik KPU dengan KTP elektronik dan Kartu Keluarga Made.

"Kami lakukan door to door di beberapa tokoh masyarakat dan politik di Banyuwangi. Salah satunya di rumah Ketua DPRD pak Made," ujar Edi Saiful Anwar, komisioner KPU kepada wartawan, Sabtu (20/1/2018).

Edi mengaku, ada beberapa tokoh masyarakat dan tokoh politik yang menjadi sasaran coklit serentak ini. Selain Made, KPU juga melakukan coklit di rumah ketua PCNU cabang Banyuwangi, KH Masykur Ali, Ketua Panwaslu Banyuwangi, Hasyim Wahid dan masih banyak lagi.

"Lima komisioner KPU melakukan pendampingan coklit semua. Menyebar ke seluruh Banyuwangi," tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Banyuwangi, Made Cahyana Negara mengatakan, coklit yang digelar KPU Banyuwangi diharapkan bisa menghasilkan data terbaik untuk pemilu serentak 2018. Pihaknya berpesan kepada masyarakat untuk memberikan data sebenarnya dan memberikan sambutan yang baik bagi PPDP yang melakukan coklit.

"Harapan kita masyarakat bisa menyambut pendataan pemilih ini dengan baik. Jangan sampai menolak di data ulang," tambahnya.

Di tahun 2018 sebanyak 171 daerah akan mengikuti Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada 2018. Gerakan Coklit serentak ini melibatkan seluruh stakeholder meliputi 7 komisioner KPU tingkat pusat, 155 komisioner di tingkat provinsi, 1.905 komisioner tingkat kabupaten/kota, 27.820 panitia pemilihan kecamatan atau PPK, 193.602 panitia pemungutan suara atau PPS, serta 385.791.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed