DetikNews
Jumat 19 Januari 2018, 20:17 WIB

Upah Sektoral 3 Daerah di Jatim Ditetapkan

Rois Jajeli - detikNews
Upah Sektoral 3 Daerah di Jatim Ditetapkan Wagub Gus Ipul menemui buruh (Foto: Rois Jajeli)
Surabaya - Ribuan buruh menggelar aksi di depan kantor Gubernur Jawa Timur. Mereka menunggu penetapan upah minimum kabupaten dan kota sektoral (UMSK). Ada tiga daerah yang sudah ditetapkan UMSK-nya melalui Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 1 Tahun 2018. Yakni, Surabaya, Kabupaten Pasuruan, dan Sidoarjo.

Meski hujan deras, buruh tetap bertahan menunggu keputusan penetapan UMSK Tahun 2018 untuk ketiga daerah tersebut. UMSK pun akhirnya digedok, melalui Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur. UMSK diperuntukan bagi perusahaan yang mampu seperti perusahaan terbuka (Tbk), perusahaan penanaman modal asing (PMA), hotel bintang 5, maupun perusahaan go publik.

"Alhamdulillah, UMSK Tahun 2018, sudah ditandatangani pak gubernur. Ini suatu proses panjang melalui proses dialog, diskusi dan pengkajian oleh Dewan pengupahan Jawa Timur, untuk mencari jalan tengahnya. Agar pengusaha maupun tenaga kerja, buruh, merasa tidak dirugikan," kata Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf, Jumat (19/1/2018).

Dari lima daerah ring I (kawasan industri), yang mengajukan UMSK yakni Sidoarjo, Kabupaten Pasuruan, dan Surabaya. Sedangkan dua daerah lainnya, Gresik dan Kabupaten Mojokerto, tidak mengusulkan UMSK. Surabaya mengusulkan UMSK sebesar 5 persen, Sidoarjo mengusulkan 9 persen, dan Kabupaten Pasuruan mengusulkan UMSK sebesar 8 persen.

Dengan guyuran hujan, di hadapan buruh, Wagub Jatim yang biasa disapa Gus Ipul ini menyampaikan, kebijakan pemerintah harus mengandung azas keadilan, baik bagi pengusaha maupun buruh, dan tidak ada yang dirugikan.

"Memperhatikan para pengusaha agar tetap terjaga keberadaannya. Apalagi saat ini persaingan usaha semakin ketat. Demikian juga bagi para pekerja. Kesejahteraan harus diperhatikan," tuturnya.

Gus Ipul mengapresiasi, serta mengucapkan terima kasih kepada para buruh maupun tenaga kerja di Jatim. Karena tetap menjaga kondusifitas Jawa Timur. Serta mau berdialog dan mengembangkan saling pengertian untuk mencapai kesepakatan tentang UMSK.

"Ini yang diinginkan pemerintah," tuturnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur Setiadjit menambahkan, dalam 4 tahun terakhir ini hanya 3 daerah yang mengajukan UMSK. Surabaya terdapat 124 sektor, Sidoarjo 111 sektor, dan Kabupaten Pasuruan 57 sektor.

"Semuanya sesuai dengan rekomendasi masing-masing kepala daerah," jelasnya.

Di tempat sama, Ketua Dewan Pengupahan Serikat Pekerja Jawa Timur Achmad Fauzi mengatakan, besaran UMSK harus lebih besar dari UMK. Meski penetapan UMSK ini sempat terjadi perdebatan panjang dengan Apindo (Asosiasi pengusaha Indonesia).

"UMSK ini bagian dari peningkatan kesejahteraan para pekerja," jelasnya.
(roi/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed