Harga Daging Ayam Naik, Ini Kata Pedagang di Probolinggo

Harga Daging Ayam Naik, Ini Kata Pedagang di Probolinggo

M Rofiq - detikNews
Jumat, 19 Jan 2018 10:27 WIB
Harga Daging Ayam Naik, Ini Kata Pedagang di Probolinggo
Foto: Wisma Putra
Probolinggo - Harga daging ayam di pasar tradisional Probolinggo mengalami kenaikan. Naiknya harga jual ayam potong menyebabkan turunnya pembeli. Hal itu dirasakan pedagang beberapa hari terakhir.

Salah satu pedagang ayam di pasar tradisional di Probolinggo, Lindawati (29) mengaku hampir sepekan ini harga jual daging ayam mengalami kenaikan. Sebelumnya harga jual daging ayam Rp 26-28 ribu/kg, kini harganya naik Rp 33 ribu/kg.

"Harganya meningkat Rp 7 ribu/kg," kata Lindawati saat ditemui di Pasar Baru Probolinggo, Jumat (19/1/2018).

Menurutnya, naiknya harga jual di pasaran lantaran pasokan ayam dari para peternak berkurang. Sehingga harga menjadi mahal. "Kabarnya begitu dari para pedagang ayam," jelasnya.

Dia juga mengaku mahalnya harga jual juga berpengaruh pembelian konsumen. Sebelum harga naik, dirinya bisa menghabiskan 30 kg daging ayam dalam seharinya.

"Tetapi sekarang hanya bisa menjual 15 kg/harinya," ujarnya.

Sementara pedagang lainnya, Khotijah mengatakan mahalnya harga jual daging ayam, karena pasokan ayam dari para peternak berkurang.

"Sehingga dalam penjualan daging ayam tidak seperti harga normal," terangnya sembari melayani pembeli.

Khotijah mengaku heran kenaikan harga ayam, padahal saat ini bukan hari hari besar.

"Heran juga padahal bukan hari besar, kok harganya naik. Katanya di peternak ayam, harganya juga naik. Jadi saya juga menaikkan harga jual di pasaran," imbuhnya.

Sementara seorang warga yang memiliki warung, Sulika menjelaskan pendapatannya menurun karena harga ayam selalu naik. , pemilik warung merasa menurun pendapatannya, setelah harga daging ayam mahal, hampir setiap hari harga daging ayam potong naik 500 rupiah sampai 1000 rupiah.

"Harga daging ayam potong sekarang naik terus. Tiap hari naik Rp 500 atau Rp 1.000," tambah Sulika.

Ibu rumah tangga bernama Rosnia ini terpaksa mengganti lauk pauknya setelah harga daging ayam naik. Karena dirinya harus pintar mengolah uang belanja.

"Daging ayam mahal, jadi tidak setiap hari beli ayam. Saya kasih alternatif tahu dan tempe untuk keluarga," tegas Rosnia. (fat/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini