Simulasi Pilkada di Madiun, Ibu Hamil Dilibatkan

Sugeng Harianto - detikNews
Kamis, 18 Jan 2018 12:54 WIB
Suasana simulasi pilkada (Foto: Sugeng Harianto)
Madiun - Polres Madiun menggelar simulasi pilkada. Simulasi digelar untuk mengantisipasi konflik atau hal-hal bersifat anarki yang mungkin terjadi dalam pelaksanaan pilkada.

"Kami lakukan simulasi mengingat pilkada serentak disinyalir rawan konflik," ujar Kapolres Madiun AKBP I Made Agus Prasatya kepada detikcom, Kamis (18/1/2018).

Simulasi digelar di lapangan belakang Polres Madiun Jalan Soekarno Hata Kota Madiun. Tampak seorang ibu hamil tua berjalan terseok sambil menggandeng suaminya yang buta nenuju ke TPS. Konflik di TPS terjadi saat salah satu warga mencoblos dua kali.

Warga yang mencoblos dua kali tersebut ketahuan ibu hamil tersebut. Warga yang curang itu kemudian diamankan polisi.

Ibu hamil dilibatkan dalam simulasi iniIbu hamil dilibatkan dalam simulasi ini (Foto: Sugeng Harianto)

"Enak saja nyoblos dua kali, saya hanya nyoblos sekali. Curang ini," teriak ibu hamil tersebut.

Konflik lain yang terjadi adalah adanya orang yang ingin merampas kotak suara yang dibawa petugas. Polisi yang mngetahui hal itu segera meringkus si perusuh. Belum usai gangguan tersebut ada lagi gangguan konflik pilkada secar amasif.

Nampak massa dari salah satu simpatisan yang tak puas dengan hasil pilkada datang sambil berorasi dikantor KPU. Sekitar 50 personel anggota dalmas dengan tameng menghalangi massa yang justru semakin beringas.

"Mana ketua KPU, jangan memihak calon tertentu. Tunjukkan tranparansi kalian," teriak salah satu pengunjuk rasa yang tidak ditemui oleh ketua KPU.

Polisi pun mmebubarkan massa yang beringas. Tampak salah satu orang dari massa tergeletak terinjak-injak dan harus di tandu tim medis. (iwd/iwd)