DetikNews
Rabu 17 Januari 2018, 17:05 WIB

Gagal Daftar, Bacalon Perseorangan Datangi KPU Kabupaten Pasuruan

Muhajir Arifin - detikNews
Gagal Daftar, Bacalon Perseorangan Datangi KPU Kabupaten Pasuruan Foto: Muhajir Arifin
Pasuruan - Pendukung pasangan perseorangan Pilbup Pasuruan yang gagal mendaftar melakukan aksi di depan Kantor KPU. Mereka menuding KPU tak independen dan tak profesional.

Warga berjumlah sekitar 30 orang ini mendatangi kantor KPUD dengan membawa spanduk dan berorasi. Aksi ini juga diikuti pasangan yang gagal mendaftar, yakni Anjar - Samsul Bandi.

"Berdasarkan aturan yang ada, jika saat penutupan masa pendaftaran hanya ada satu pasangan calon, maka bisa dibuka lagi pendaftaran, baik calon dari partai maupun independen. Bukan memperpanjang tapi membuka pendaftaran kembali," kata Lukman Hakim, juru bicara pasangan Anjar-Samsul Bandi di lokasi, Rabu (17/1/2018).

Namun, menurut Lukman, KPU tak memberi ruang pada pasangan Anjar-Bandi untuk mendaftar. Atas dasar itu, mereka menilai tidak diperlakukan adil.

"Tanggal 13 Januari kami ingin konsultasi dan meminta formulir pendaftaran. Kami rencananya akan daftar pada tanggal 14 Januari. Namun tak ada respon yang melegakan. Alasannya, menunggu kumpulnya semua komisioner untuk didiskusikan," terangnya.

Menurut dia, dasar mereka datang konsultasi dan meminta formulir pendaftaran karena secara aturan KPUD harus membuka pendaftaran kembali.

"Dasarnya ada keputusan MK, kalau hanya ada satu pasangan calon yang mendaftar sampai batas waktu berakhir, bisa dibuka kembali pendaftaran pasangan calon. Kami adalah calon independen, ingin meminta penjelasan KPU. Syarat-syaratnya gimana untuk mendaftar," tandasnya.

Karena itu, pihaknya merasa dicederai. "Kami melihat langkah KPU tidak profesional. Bawaslu harus bersikap," tandasnya.

Sementara menurut komisioner KPU Kabupaten Pasuruan, Insan Qoriawan, pasangan calon bisa mendaftar jika didukung partai atau gabungan partai yang memiliki 20 persen atau lebih kursi DPRD. Sedangkan untuk pasangan perseorangan, harus didukung 6,5 persen dari jumlah DPT pemilu terakhir.

"Nah tahapan penyerahan dokumen dukungan sebesar 6,5 ini pada tanggal 26-29 November 2017. Ketika pasangan perseorangan sudah menyerahkan dokumen dukungan pada tanggal yang ditetapkan, maka dia berhak mendaftarkan diri pada tanggal 8-10 Januari 2018. Namun, faktanya pada tanggal 26-29 November 2017 tak ada pasangan perseorangan yang menyerahkan dokumen dukungan, maka berarti tak ada pasangan perseorangan yang berhak mendaftar pada tanggal 8-10 Januari," tegasnya.

Pertimbangan KPU Kabupaten Pasuruan tak membuka kembali pendaftaran baik untuk pasangan dari partai politik maupun perseorangan setelah tanggal 10 Januari karena dua alasan. Pertama, semua partai di DPRD sudah memberikan dukungan pada pasangan M Irsyad Yusuf-KH Mujib Imron (Adjib) dan yang kedua tak ada pasangan peseorangan yang menyerahkan berkas dukungan hingga tangga 29 November 2017.

Meski sudah mendapat penjelasan dari KPU, pihak pasangan Anjar-Bandi masih ngotot harus dibuka kembali pendaftaran calon bupati dan wakil bupati Pasuruan.

KPU Kabupaten Pasuruan akhirnya memutuskan untuk meminta arahan KPU Pusat. "Kami akan segera ke KPU Pusat untuk meminta arahan. Apapun hasilnya nanti, harus diterima," tandas Ketua KPU Kabupaten Pasuruan, Winaryo Sujoko.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed