DetikNews
Selasa 16 Januari 2018, 19:15 WIB

Harga Beras Merangkak Naik, Ini yang Dilakukan Pemkot Surabaya

Zaenal Effendi - detikNews
Harga Beras Merangkak Naik, Ini yang Dilakukan Pemkot Surabaya Warga antre membeli barang dalam operasi pasar yang digelar Pemkot Surabaya (Foto: Zaenal Effendi)
Surabaya - Harga beras terus merangkak naik di pasaran. Untuk menekan agar tidak terus naik, Pemkot Surabaya menggelar operasi pasar yang dilakukan di lima titik setiap hari.

Operasi pasar tak hanya beras tapi beberapa bahan pokok lain seperti telur, gula, bawang merah, bawang putih, dan beberapa komoditi lainnya. Jualannya pun tidak terlalu resmi dan tidak memakai tenda-tenda.

"Jualannya di kantor-kantor kelurahan dan kecamatan dengan menggunakan pikap. Pokoknya yang penting menggelar operasi pasar, supaya harganya tidak naik," kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di ruang kerjanya, Selasa (16/1/2017).

Operasi pasar itu, kata Risma, harganya harus normal dan tidak boleh lebih mahal. Bahkan, ketika kerjasama dengan pihak ketiga, harganya pun harus normal dan harus lebih murah.

"Jadi, rata-rata harganya harus normal. Kalau lebih mahal, ngapaian harus mengadakan operasi pasar, tidak ada gunanya nanti," tegas Risma.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Surabaya Arini Pakistyaningsih mengatakan, setiap hari pihaknya selalu mengecek kondisi harga di pasaran, termasuk harga beras yang mulai merangkak naik. Makanya, operasi pasar ini diharapkan mampu menstabilkan harga beras.

"Jadi, ini senjatanya untuk menstabilkan harga beras. Mulai hari ini kami gelar operasi pasar di lima titik," kata Arini.

Operasi pasar biasanya dimulai pukul 08.00 WIB dan tidak selalu di halaman kantor kelurahan tetapi juga di lokasi yang strategis.

"Khusus untuk beras, Dinas Perdagangan membawa 100-200 karung yang isi per karungnya 5 kilogram. Harganya cukup murah, hanya Rp 9.400 perkilogram. Harga ini lebih murah dibanding di pasaran yang sudah mencapai Rp 12-13 ribu/kg,"

Menurutnya, dengan adanya operasi pasar ini, tidak ada lagi pedagang yang memanfaatkan kenaikan harga, sehingga harga komoditi di Surabaya, terutama beras bisa kembali stabil.

"Melalui cara ini, tidak ada lagi pedagang yang aji mumpung," ujarnya.

Arini memastikan operasi pasar ini akan terus digenjot. Ia pun mengaku sudah menyusun jadwal operasi pasar ke depannya. Khusus untuk tanggal 17 Januari 2018 besok, Dinas Perdagangan akan menggelar operasi pasar di Kecamatan Asemrowo, Krembangan, Tenggilis Mejoyo dan Benowo.

"Besok, kami menggelar operasi pasar di lima titik di 4 kecamatan, begitu juga di hari-hari berikutnya," kata dia.

Sedangkan di tanggal 18 Januari 2018, operasi pasar digelar di Kecamatan Mulyorejo, Bulak, Jambangan, dan Dukuh Pakis. Pada tanggal 19 Januari 2018, operasi pasar di Kecamatan Tambaksari, Gubeng, Bubutan, dan Genteng.

"Operasi pasar semacam ini sudah kami galakkan selama tahun 2017 dan akan dilanjutkan pada tahun 2018 ini. Pada tahun 2017, kami sudah menggelar sebanyak 524 operasi pasar, dan tahun ini hingga tanggal 15 Januari 2018, kami sudah menggelar 20 operasi pasar di beberapa titik di Kota Surabaya," pungkasnya.
(ze/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed