DetikNews
Selasa 16 Januari 2018, 18:39 WIB

Polisi Tahan Tersangka Korupsi Sapi Bantuan Pemprov Jatim

Adhar Muttaqin - detikNews
Polisi Tahan Tersangka Korupsi Sapi Bantuan Pemprov Jatim Polisi mengamankan uang Rp 41,5 juta dari kasus ini (Foto: Adhar Muttaqin)
Trenggalek - Polisi menahan tersangka dugaan korupsi sapi bantuan Pemprov Jatim tahun anggaran 2014. Modus yang digunakan dengan membuat kelompok ternak fiktif sehingga merugikan keuangan negara Rp 169 juta.

Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo mengatakan, tersangka adalah SRN, warga Dusun Krajan, Desa Parakan, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek. Dari kasus tersebut, polisi menyita sejumlah dokumen pengajuan bantuan serta uang tunai Rp 41.500.000.

"Jadi modus yang digunakan tersangka ini adalah membentuk kelompok ternak fiktif yang diberi nama Al-Baqor, kemudian dia membuat proposal untuk mengajukan bantuan ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur," katanya, Selasa (16/1/2018).

Dari pengajuan tersebut, Pemprov Jatim akhirnya memberikan bantuan berupa 20 ekor sapi ongole. Namun dalam perjalananya 10 sapi dijual dan digunakan untuk kepentingan sendiri. Sedangkan 10 sapi sisanya diberikan kepada warga.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Trenggalek AKP Sumi Andana menjelaskan, dari 10 sapi yang diberikan kepada warga, lima ekor masih hidup, empat ekor mati dan satu ekor telah dijual.

"Untuk lima ekor sapi yang hidup itu telah kami sita dan kami lakukan lelang senilai Rp 34 juta, ditambah hasil penjualan satu ekor sapi lagi Rp 7,4 juta. Uang tersebut saat ini kami jadikan barang bukti kasus ini," imbuhnya.

Lebih lanjut Andana menambahkan, saat ini pihaknya telah melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap tersangka maupun sejumlah saksi. Rencananya polisi akan segera melimpahkan kasus tersebut ke Kejaksaan apabila seluruh berkas penyidikan telah lengkap.

"Untuk tersangka hanya satu orang, atas nama SRN tadi dan saat ini kami lakukan penahanan," ujarnya.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal 2 subsidair pasal 3 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah menjadi Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed