"Tadi pukul 12.00 WIB, kami berhasil mengeluarkan tiga truk yang terisolasi. Tapi satu truk masih tertimbun, butuh waktu dan tenaga banyak sedangkan alat berat tidak bisa menjangkau lokasi," kata Kapolsek Gandusari, AKP Misdi saat dihubungi, Senin (15/1/2018).
Informasi yang dihimpun, lokasi longsor terjadi di tebing sisi utara Sungai Kaliputih. Akses masuk menuju sungai sekitar 1,5 km dengan medan berbatu dan lumpur sangat dalam. Kondisi inilah yang membuat alat berat sulit mencapai lokasi longsoran.
Ketiga truk ternyata tak hanya milik warga Blitar, namun juga milik warga daerah Ponorogo. Berikut data tiga truk yang berhasil dievakuasi:
1. Truk Nopol AG 8657 UL asal Kendalrejo Talun
2. Truk Nopol AE 8000 UV asal dari Ponorogo
3. Truk Nopol AG 9618 UJ asal Garum
Tiga truk terisolasi longsor berhasil dievakuasi/ Foto: Istimewa |
"Anggota polres dan Polsek Gandusari beserta koramil Gandusari tadi membuatkan jalan di atas material longsoran. Jadi truk bisa keluar menuju zona aman," bebernya.
Sedangkan penanganan truk yang tertimbun nopol AG 9424 UT milik Yudiantoro, masih menunggu keputusan pemiliknya.
"Kami menunggu keputusan pemiliknya. Soalnya ini butuh tenaga dan waktu banyak. Lagipula, kondisi badan truk sudah hancur, jadi tadi kami minta pemiliknya memikirkan untung ruginya kalau truk itu diambil dari longsoran," ucap Misdi.
Longsor kembali terjadi di tebing tepian Sungai Kaliputih, Kabupaten Blitar. Tebing setinggi 50 meter longsor sepanjang 30 meter. Longsor hari ini merupakan kejadian kedua, setelah longsor di lokasi sama Jumat (12/1).
Dua penambang pasir dilaporkan terluka akibat tertimpa sebagian material longsor. Sedangkan longsor yang terjadi hari ini, menimbun satu truk dan membuat tiga truk lain tak bisa keluar dari lokasi kejadian. Bahaya longsor kembali mengintai para penambang pasir, karena polisi telah melihat potensi longsor susulan masih akan terjadi di sepanjang tebing sungai ini. (fat/fat)












































Tiga truk terisolasi longsor berhasil dievakuasi/ Foto: Istimewa